Kalimantan Barat, Media Berantas Kriminal – Insiden dugaan penyerangan terhadap anggota TNI oleh warga negara asing (WNA) asal China terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Minggu (14/12/2025) kemarin.
Menurut Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Yusuf Dodi Sandra, insiden itu terjadi saat personel TNI sedang melaksanakan persiapan latihan dalam satuan.
Berikut sejumlah fakta yang disampaikan oleh Kapendam XII/Tanjungppura, Kolonel Inf Yusuf Dodi Sandra, dalam dialog Sapa Indonesia Malam, KompasTV, Rabu (17/12/2025)
Penerbangan Drone di Sekitar Area Latihan
Menurut Dodi, saat personel TNI sedang melakukan persiapan latihan dalam satuan, petugas keamanan perusahaan melaporkan bahwa ada drone yang terbang di sekitar area latihan.
“Mereka mendapatkan laporan dari satpam perusahaan yang melihat drone terbang di sekitar lokasi area latihan,” tuturnya.
“Kemudian, empat prajurit berseragam tersebut mendatangi lokasi dan ternyata melihat dan menemukan ada empat orang WNA yang mengendalikan drone tersebut,” imbuhnya.
Bawa Senjata Tajam
Saat itu, keempat personel TNI meminta keterangan pada WNA yang diduga menerbangkan drone tersebut. Namun, karena terkendala bahasa, mereka kemudian seperti memanggil rekannya.
Sesaat setelah itu, datang sekitar 11 WNA lain dengan membawa senjata, termasuk parang, airsoft gun, hingga kejut listrik.
Selanjutnya, keempat personel TNI tersebut mengambil langkah taktis dengan kembali ke area perusahaan.
“Tetapi mungkin karena ada kendala bahasa, mereka mengeluarkan parang dan mencoba mendekati dan berbuat hal yang tidak diinginkan. Maka anggota kita mengambil langkah-langkah taktis kemudian mundur ke arah area perusahaan.”
Belasan WNA tersebut, kata Dodi, tidak mengejar keempat personel TNI, sehingga tidak ada penebalan pasukan di sekitar area.
Tujuan Terbangkan Drone
Dodi menjelaskan, tujuan atau motif mereka menerbangkan drone di sekitar lokasi latihan militer tersebut belum diketahui.
Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian serta pihak Imigrasi yang mengecek izin tinggal para WNA tersebut.
“Saat ini mereka sedang menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Pihak imigrasi juga sedang mengecek izin tinggal mereka di Indonesia. Jadi kami masih menunggu hasilnya.
Pihaknya juga belum mengetahui dari mana para WNA tersebut masuk ke wilayah Indonesia.
(Sumber: Kompas TV)
Laporan: Suarisno
Editor: Her/red



More Stories
Bupati Dairi Sampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025
Pemkab Dairi dan PT. Pupuk Indonesia Dukung Program Swasembada Pangan,Tanam Padi Bersama di Desa Lumban Toruan
Wali Kota Tebing Tinggi Hadiri Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh