Sabtu , 02-Mei-2026

Kuta Blang “Terkunci”: Menanti Solusi, Urai Macet di Jembatan Bireuen, Aceh

BIREUEN (mediaberantaskriminal.com) – Kemacetan panjang kembali terjadi di ruas jalan lintas nasional kawasan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, pada Sabtu, 02 Mei 2026, pagi. Antrean kendaraan yang mencapai beberapa kilometer ini merupakan dampak jangka panjang dari putusnya jembatan utama akibat banjir bandang besar yang menerjang wilayah tersebut pada 26 November 2025 lalu.

​Kondisi di Lapangan Hingga hari ini, arus lalu lintas masih bergantung pada jembatan darurat (bailey) yang hanya mampu menampung beban terbatas dan diberlakukan sistem buka-tutup.

Berikut adalah poin-poin situasi terkini:

​Antrean Kendaraan: Penumpukan kendaraan didominasi oleh truk logistik dan bus antarkota yang datang dari arah Banda Aceh menuju Medan maupun sebaliknya.

​Waktu Tunggu: Para pengendara melaporkan harus mengantre selama 2 hingga 3 jam untuk bisa melewati titik penyempitan di lokasi bekas jembatan putus.

​Jalur Alternatif: Meski tersedia jalur alternatif melalui jalan desa, kondisinya kini mulai rusak parah akibat tidak mampu menahan beban kendaraan yang dialihkan secara terus-menerus sejak akhir tahun lalu.

​Akar Permasalahan: Trauma Banjir 2025

​Kemacetan ini merupakan sisa dari bencana yang terjadi pada 26 November 2025. Kala itu, tingginya debit air sungai dan terjangan material kayu menyebabkan fondasi jembatan nasional di Kuta Blang ambruk sepenuhnya.

​Meskipun sudah memasuki bulan Mei 2026, proses pembangunan jembatan permanen yang baru masih dalam tahap pengerjaan konstruksi awal. Lambatnya progres ini dikeluhkan oleh pengguna jalan karena Kuta Blang merupakan urat nadi transportasi utama di pesisir utara Aceh.

​”Kami sangat berharap pemerintah mempercepat pembangunan jembatan permanen. Sudah hampir setengah tahun kami harus terjebak macet setiap hari di sini,” ujar salah satu sopir angkutan umum lintas provinsi.

​Himbauan bagi Pengendara:

​Pihak kepolisian lalu lintas Polres Bireuen telah berjaga di lokasi untuk mengatur alur kendaraan. Bagi masyarakat yang ingin bepergian, disarankan untuk:

​Berangkat lebih awal guna menghindari puncak kemacetan di jam sibuk.

​Memastikan kondisi fisik kendaraan tetap prima, terutama sistem pendingin mesin (radiator) karena cuaca yang cukup terik saat mengantre.

​Mengikuti arahan petugas di lapangan untuk menjaga ketertiban di titik penyempitan jalan.

​Pemerintah setempat diharapkan segera memberikan kepastian terkait target penyelesaian jembatan permanen agar stabilitas ekonomi dan mobilitas warga di lintas nasional ini kembali normal.

Reporter: MS/Yuswar
Editor: HER/red

 

 

About Author