Jumat , 29-Agustus-2025

Dari Helm Ojol, ke Istana Negara di Tahun 2024 Mimpinya Pecah Jadi Kenyataan Dilantik Sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan

Medan, mediaberantaskriminal.com – Hidup mengajarkan satu hal, kalau kau miskin, dunia menertawakan mu. Maka ada Hasrat” dan “keinginan” seringkali digunakan secara bergantian, harus menertawakan balik dunia.

Kisah ini tak halnya, dengan kisah yang menyandung persoalan terkait OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang beberapa hari lalu, KPK Tangkap Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer yang sering disapa Noel ini diduga terlibat dalam pemerasan terhadap sejumlah perusahaan yang hendak mengurus sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kemenaker merupakan pihak yang berwenang dalam mengeluarkan sertifikasi tersebut.

Hidup mengajarkan satu hal, kalau kau miskin, dunia menertawakan mu. Maka ada Hasrat” dan “keinginan” secara bergantian, Noel harus menertawakan balik dunia. Maka Noel belajar menertawakan balik dunia. Ia jadi pengojek, kadang jadi kuli angkut, pernah juga jadi tukang parker di pasar malam. Helm hijau Gojek pernah jadi sahabat paling setia yang ia punya.

Dari situ ia kenal arti peluh, sabar, dan bagaimana rasanya menahan lapar dengan segelas kopi hitam tanpa gula. Namun hidup Noel tak mau berhenti di trotoar, Ia kuliah di Universitas Satya Negara Indonesia, Ilmu Sosial. Bukan kampus bergensi, tapi cukup baginya untuk mengubah nasib.

Perlahan ia masuk pusaran politik. Awalnya relawan, teriak-teriak dipinggir jalan demi kandidat yang ia belah. Dari sana, matanya melihat bahwa kekuasaan iyu bukan langit yang jauh, tapi pintu yang bisa di gedor, asal berani.

Kisah masa kecil Noel, Disebuah gang sempit di Riau, Tahun 70-an, lahirlah seorang anak lelaki bernama Immanuel Ebenezer. Orang-orang hanya memanggilnya Noel. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana, dinding rumahnya dari papan, atapnya bocor, dan musim hujan lantai tanahnya berubah jadi lumpur.

Noel kecil sering duduk di beranda sambil mendengar ibunya berdoa lirih, “Ya tuhan, cukupkan lah rezeki kami. “Kata-kata itu menempel ditelinganya.

Tahun 2024, mimpinya pecah menjadi kenyataan, Ia menjadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan. Dari ojol ke istana, dari jalanan yang berdebu ke kursi empuk kementerian. Air matanya hampir jatuh ketika berdiri di Istana Negara. “Mak” bisikan dalam hati, “Anak mu sudah sampai disini.”

Sebagai Wakil Menteri, ia bekerja keras. Turun ke lapangan, menegur perusahaan yang menahan ijazah pekerja. Netizen menyebutnya pahlawan buruh. Di warung kopi, namanya dielu-elukan. Helm hijau Ojol masa lalu seolah berubah menjadi mahkota.

Namun, pada Hari Rabu, 20 Agustus 2025 malam, cahaya kamera televise membongkar semuanya. Noel ditangkap KPK dalam sebuah OTT. Dunia seakan berhenti berputar. Harta yang ia kumpulkan disita, rekening Bank dibekukan, mobil-mobil mewah ditarik keluar dari garasi. Yang tersisa hanyalah proses hukum yang ia jalankan.

Diruang sudut ruang pemerikasaan itu, hanya ada satu hal yang masih menemaninya, bayangan helm ojol hijau yang mungkin lebih terhormat dari semua harta yang pernah ia kumpulkan.

“Aku hanya ingin hidup lebih baik, “Gumamnya lirih. “Tapi kini ia tau, rasa lapar masa lalu lebih jujur dibandingkan rasa kenyang yang ia beli dengan harga Integritas.

Penulis : Heri Kurniawan
Pimpinan Redaksi  

About Author