Medan – Media Berantas Kriminal | Miris…!!, sedih tampak terlihat, saat awak media, pada Hari Jumat (02/12/2022) kemarin sekira pukul 14.00 WIB siang menyambangi dan bertemu Ibu Yulviyana, salah seorang Ibu yang baik hati dan juga gemar bersedekah mendadak kecewa lantaran tempat usahanya berupa kantin yang menjual makanan dan juga minuman di lingkungan kantor PT. Dhirga Surya Sumatera Utara mendadak disuruh dikosongkan alias tidak boleh berjualan lagi.
Kesedian yang dicurahkannya lantaran, tertanggal 29 November 2022 kantin tempat biasa dia berjualan makanan dan minuman telah di surati oleh pihak PT. Dhirga Surya Sumatera Utara dan ditandangani oleh BH (Inisial-Red) selaku Direktur Operasional yaitu perusahaan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) Provinsi Sumatera Utara Jalan Imam Bonjol, di kota Medan “diperintahkan untuk segera dikosongkan (tidak boleh berjualan lagi-Red).
Kesedian ini terlihat dari tatapan wajahnya, dan sempat juga meneteskan air mata mengenang atau mengingat saat beliau (Yulviyana-Red) masih bisa berjualan atau mengelolah kantin di lingkungan kantor PT Dhirga Surya Sumatera Utara.
Ada kenangannya tersendiri, yang tidak bisa beliau lupakan, dimana pada saat jam atau waktunya makan siang, sembari berjualan Ibu Yulviyana kerap sekali bersedekah kepada kaum miskin kota, warga disana yang membutuhkan untuk diberikan makanan olehnya.
“Setiap orang siapa saja yang membutuhkan uluran tangan kita wajib harus kita bantu,” ucapnya kepada awak media.
Kenangan itu terlihat nyata, menceritakan kenangan saat berjualan di kantinnya “sejak saya berjualan ditengah kota metropolitan, disitu lah saya mulai mengetahui sulitnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sangatlah memprihatinkan, tergeraklah hati ini sembari berjualan di kantin itu banyak orang tua hingga anak-anak di sana sering saya berikan makan siang,” tuturnya.
Dengan tidak berjualannya lagi di kantin itu, Yulviana selalu teringat, “Kemana lah mereka, sudah makan siang apa belum?,” kenangnya menjelaskan kepada awak media sambil menetaskan air mata kesedian nya.
“Banyak orang berpikir, berdagang hanya ingin mengejar tabungan dunia atau kekayaan, ada yang lebih penting lagi menurut saya “kita wajib memikirkan tabungan untuk akhirat kelak,” ucap Yulviyana.
Apalagi seperti kami yang hanya berjualan dagangan berupa makanan dan minuman, “seberapa lah keuntungan kami, ingin mencari kekayaan bukanlah menjadi prioritas, ada hal yang terus saya kenang saat berjualan di kantin itu,” sedihnya menjelaskan ke awak media ini.
“Berapa lah keuntungan dari hasil jualan saya di kantin itu, rezeki yang datangnya dari Allah SWT harus wajib kita syukuri, “saya berupaya menabung untuk simpanan di akhirat kelak,” paparnya kepada awak media.
Barang siapa yang memberi kemudahan orang yang kesulitan, maka Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akhirat, apalagi kepada saudara kita yang kelaparan membutuhkan makanan “saya menyempatkan untuk memberikan makanan dan minuman yang saya jual di kantin itu, “rutinitas bersedekah itu lah yang membuat saya sedih.
Setelah saya tidak bisa berjualan lagi, selalu terlintas dipikaran dan timbul kesedihan, “kemana lah mereka yang sering saya berikan makanan saat melintasi tempat jualan saya,” ucapnya kepada awak media ini, sambil meneteskan air mata.
Reporter : Her/red
Media Berantas Kriminal



More Stories
Pertegas Komitmen Pelayanan, Ditlantas Polda Jambi Gelar Penandatanganan Pakta Integritas
Ruang Tumbuh Part 7: KUA Buay Madang Perkuat Bentengi Remaja dari Kenakalan dan Pernikahan Dini
Upgrading Fasilitator Bimwin KUA Buay Madang Berlangsung Interaktif dan Inspiratif