Kamis , 22-Januari-2026

Miris..!!! Bangunan Jembatan Jalan Perbatasan Labusel dan Rokan Hilir Tepatnya di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Toragamba Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Bagan Batu, Media Berantas Kriminal – Miris..!!! Bangunan jembatan jalan perbatasan Labusel dan Rokan Hilir tepatnya di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Toragamba diduga dikerjakan asal jadi, tidak disertai plang papan nama proyek, berapa volume bangunan tidak terlihat, Kamis (12/12/2024) kemarin, saat awak media ini dilokasi pengerjaan proyek bangunan jembatan yang asal jadi ini.

Ketika dikonfirmasi, terkait dengan pengerjaaan tak satu pun yang dapat menjelaskan, lantaran pengawas atau pun kepala tukang/pemborong tidak terlihat dilokasi.

Selanjutnya awak media ini konfirmasi kepada Penghulu Beringin Jaya, “Sayangnya tidak jumpa dikantornya, hasil konfirmasi tidak membuahkan hasil.

Mencoba menghubungi Penghulu, lalu diwakilkan oleh perangkat kantor desa  melalui ponselnya mengatakan “Bangunan jembatan tersebut, tidak punya hak Kepenghuluan Beringin Jaya mengurusinya, terkait masalah bangunan tersebut.

“Bangunan jembatan tersebut bersumber dari Anggaran APBD Labusel Tahun 2024,” sebutnya melalui telepon seluler.

Volume bangunan, kurang keterbukaan Informasi public kepada masyarakat, terkesan tidak trasparan dalam menggunakan uang Negara.

Bangunan tersebut terkesan dikerjakan asal Jadi, tidak sesuai dengan Bestek, yang dikwatirkan hasil bangunan jembatan tersebut tidak sesuai harapan dan, bangunan tersebut nantinya cepat rusak dan ambruk.

Pengawas proyek (Konsultan) dari Kabupaten Labusel tidak bisa dikonfirmasi, karena setaunya para pekerja dilokasi proyek, pihak pengawas tidak pernah datang selama awal pertama dibangun jembatan ini,” ujar pekerja dilokasi proyek, menjelaskan kepada awak media.

Tentang Volume Bangunan jembatan, dan ukuran 7 m x 2 m, dalam ukuran 2 m, dan tebal coran stik tiang 25 cm, serta ukuran  warmes besi ukuran 16 ml, dan 14 ml.

Bahkan terlihat bandingan adukan coran material 1 Banding 2,” ungkapnya pekerja buruh tukang.

Selanjutnya menerangkan dan mengatakan ke awak media ini, mengenai awal pertama untuk menggali pondasi bangunan jembatan adalah pihak Kontraktor dari kota Pinang memakai alat berat (Excapator),” ucap pekerja di lokasi.

Awak media ini mencoba berupaya hubungi  kontraktor lewat telepon seluler, pemborong berinisial MD tidak kunjung angkat telepon, dan bahkan SMS pun tidak kunjung ada balasan dan tanggapan.

Mengabaikan konfirmasi awak media ini. “Sampai berita ini ke meja Redaksi, belum ada pihak yang dapat menjelaskan kesemrawutan terkait pengerjaan jembatan ini, yang diduga dikerjakan asal-asalan.

Reporter : J Simanjuntak
Editor : Her/RED

About Author