Pakpak Bharat “Zona Kuning”, Supir Ambulance RSUD Salak Berisial ZC Terpapar Reaktif

Reporter: Alferin Padang
Media Berantas Kriminal

 

MEDIABERANTASKRIMINAL.COM, PAKPAK BHARAT | Satu orang supir mobil Ambulance RSUD Salak Kabupaten Pakpak Bharat, Provinsi Sumatera Utara berinisial ZC di perkirakan umur 40 tahun terpapar rafid test reaktif.

ZC warga Desa Sukarame Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat merupakan pegawai tenaga kerja berstatus honorer yang sehari-harinya beraktipitas sebagai supir mobil Ambulance di RSUD Salak itu diketahui terpapar reaktif melalui hasil test swaap.

Atas dasar hasil test swaap tersebut ZC saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di suatu ruangan khusus RSUD Salak, hal itu di lakukan sesuai dengan juklak mekanisme SOP (standart operasional perosedur) terhadap pasien yang terpapar reaktif tentang tindakan dan tata cara penanganan dan pencegahan pemutusan mata rantai firus Covid-19.

Hal itu di jelaskan dirut RSUD Salak dr, Elysa Barus di ruang kerjanya, Rabu (16/09/2020) kepada sejumlah awak media.

Lebih lanjut di jelaskan, bahwa kemaren, Selasa (15/09/2020) pihaknya (RSUD red) melalui kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Pakpak Bharat telah mengirimkan sampel hasil test swaap Nasoparin (cairan dari dalam hidung dan tenggorokan) pasien kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumut untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya.

Untuk mengetahui positif atau tidaknya pasien reaktif tersebut kita tunggu secepatnya balasan dan hasil keterangan dari dinas Provinsi yang kita tuju sebelumnya.

Adapun beberapa sampel dari hasil test swaap pasien yang terpapar reaktif yang di kirim ke Dinkes Provinsi kemaren sebanyak empat (4) orang diantaranya: ZC, M, RS dan KS.

Mudah-mudahan nantinya kalau hasil diagnosa dari pemeriksaan hasil test swaap tersebut negatif.

Dirut dr, Elysa Barus berharap seraya mengingatkan bahwasanya situasi dan kondisi Kabupaten Pakpak Bharat saat ini sudah dalam status zona “KUNING” di khawatirkan status daerah wilayah administrasi Kabupaten Pakpak Bharat besar kemungkinan akan meningkat ke level zona “MERAH” jika kita semua lapisan masyarakat tidak mengindahkan dan mematuhi perotokol kesehatan setiap beraktifitas untuk mencegah dan memutus mata rantai virus COVID-19,” ucapnya mengakhiri. (Alferin padang)

69 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *