Penyakit Itu Menjadikan Hanan Maulana Semakin Lemah

MEDIABERANTASKRIMINAL.COM, ACEH TAMIANG | Terletak di Jalan Tambang Dusun Beluh Betung Kampung Sungai Liput Kecamatan Kejuruan Muda Kabupaten Aceh Tamiang, merupakan lokasi kediaman Feri Yulianto (40 tahun) pekerja buruh lepas, ditemani istrinya Nuraini ( 35 tahun ) dan ketiga anaknya, mereka hidup dibawah garis kemiskinan, serta harus menanggung beban penyakit yang diderita oleh salah seorang anaknya.

Gubuk tua itu menjadi saksi bagian dari ketidakpedulian umat, namun kami harus siap menghadapi kehidupan,”tutur Anto panggilan akrab Yulianto pada Minggu (05/07/2020).

“Anak pertama kami bernama Ibnu Nur Iman ( 13 tahun ) pelajar kelas 2 SMP negeri 2 Sungai Liput, Intan Kumalasari (10 tahun ) pelajar SD kelas 5 dan yang ketiga Hanan Maulana ( 2 tahun ) sewaktu lahir sempat dimasukan ke inkubator selama 21 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang dan akhirnya dirujuk ke Banda Aceh, diduga paru-parunya tidak bisa berkembang,”terang Nuraini sambil menggendong buah hatinya.

“Ia harus selalu digendong, kondisinya sangat lemah, mengangkat kepalanya saja susah. Selalu menangis kalau ada sakit yang dirasakannya, itulah keseharian yang terjadi pada Hanan Maulana.

“Sambil menggendong, ia juga mengelus tubuh anaknya. Waktu itu mereka mengatakan, kalau anak saya lemah tulang belakang dan pernah juga disebut dokter dengan sakit evilepsi. Tapi kami enggak tahu, harus berbuat apalagi. Hanya bisa berserah diri pada Allah dan uluran tangan para Dermawan.

“Kami sangat berharap adanya bantuan dari Pemerintah, karena selama ini berbagai bantuan hanya melintas didepan mata. Namun semua itu tetap harus disyukuri, dan hingga akhirnya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) singgah serta mampir, ikut meringankan beban ekonomi,”ucap Nuraini penuh harap, sembari memohon keajaiban untuk kesembuhan anaknya.

Reporter: Zoel
Media Berantas Kriminal

21 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *