Sukarto Selaku Kepala Desa Titi Akar Berharap, PT. MMJ Dapat Berkerjasama Menjadikan Sumur Tua Tuan Syech Qosim dan Atuk Kalifah Baliyan Menjadi Ikon Wisata Religi

Bengkalis | mediaberantaskriminal.com – Kepala Desa Titi Akar Sukarto, Senin (04/01/2021) menyurati PT MMJ terkait izin HGU Perkebunan Kelapa Sawit, tentang keberadaan peninggalan sumur pangkalan Tuan Syech Achmad Qosim dan Atuk Kalifah Baliyan, yakni sumur tua yang dapat ditemui di Ujung Pasir yang masuk kawasan HGU Area Perkebunan Sawit Milik PT. MMJ, saat ini menjadi Ikon salah satu Wisata Religi di Dusun Hutan Samak, Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara,
Kabupaten Bengkalis.

Menurut sejarah informasi yang dirangkum mediaberantaskriminal.com pada hari Selasa (05/01/2021) kemarin terdapat cerita kisah masyarakat setempat, sumur Tua Pangkalan Peninggalan Tuan Syech Achmad Qosim dan Atuk Kalifah Baliyan konon dikenal sebagai tempat Orang Bunian (alam gaib/orang hapus/jin).

Menurut Kabar Cerita, istrinya Atuk Kalifah Baliyan salah satu orang bunian yang berada di Ujung Pasir Dusun Hutan Samak, dimana lokasi sumur tua itu masuk kawasan HGU PT. MMJ.

Disamping itu, Sukarto selaku Kepala Desa Titi Akar berharap kerja samanya pihak PT. MMJ agar sudi kiranya menyumbangkan biaya untuk pembangunan sumur tua, dengan diberikan izin dari pihak PT. MMJ.

Sehingga sumur tua peninggalan Pangkalan Tuan Syech Achmad Qosim dan Atuk Kalifah Baliyan dapat di bersihkan dan dibangun tempat berteduh, Yaitu Gazebo, sekitarnya ditanami pohon, juga dibuat tempat duduk, agar pengunjung yang datang ketempat itu merasa nyaman, bisa berteduh apabila musim panas dan hujan.

Agar sumur tua ini dapat dijadikan aset desa Wisata Budaya, atau Wisata Religi,” harap Sukarto.

Ditambahkan Sukarto Sudah Terbukti Sumur Tua Peninggalan Tuan Syech Achmad Qosim dan Atuk Kalifah Baliyan Yang Lokasinya Tidak Jauh Dari Pantai, Saat Air Pasang Besar, Bisa Sampai Kesumur Tua Tersebut. Anehnya Air dalam Sumur tua Tidak Asin, Airnya Jernih Seperti Air Hujan,” lanjutnya.

Warga setempat, Mengambil Air Untuk Dikonsumsi Dari Sumur Tua tersebut, hingga kini Air yang Diambil bahkan dipercaya membawa berkah sendiri, seperti mujarab untuk menyembuhkan penyakit. Dengan Doa Yang Tulus Serta Ikhlas Penyakit Hilang dan Sembuh juga, Atas Izin Tuhan Yang Esa pungkas sukarto.

Harapan Sukarto Dengan Sumur Tua Peninggalan Tuan Syech Qasim dan Atuk Kalifah Baliyan ini, Bisa Menarik Pengunjung dari luar sana,” Untuk Dijadikan Wisata Budaya Atau Wisata Religi,” Tandasnya.

Camat Rupat Utara Agus Sopiyan Sangat Apresasi Mendukung Langkah Kades Titi Akar Sekaligus Mengenalkan Sumur Tua Peninggalan, Untuk di Jadikan Ikon Potensi Wisata Budaya Atau Wisata Religi Yang Ada Diujung Pasir, Dusun Hutan Samak, Diantaranya Dua Tokoh Tersebut Tuan Syech Qosim dan Atuk Kalifah Baliyan Harus Kita Hormati dan di Jaga, Cocok Untuk di Jadikan Destinasi Wisata Budaya/ Wisata Religi,” Ujar Camat Kepada Media

Kades Titi Akar Sukarto, Akan Segera Menyurati dan Mengusulkan Permohonan Pembangunan Sumur Tua, Peninggalan Tuan Syech Qasim dan Atuk Kalifah Baliyan, Kepada Dinas Pariwisata Kepemudaan Dan Olahraga Bengkalis, Dan Meminta Petunjuknya, Agar Kiranya Pihak Dinas Bisa Mengalokasikan Dana Bantuan Sumur Tua, Untuk Dijadikan Ikon Wisata Budaya/ Wisata Religi harap Sukarto Mengakhirinya.

Reporter: M. Aritonang
Editor: Hermanto

 

 

314 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *