Tanaman Rusak Akibat Bencana Hujan Es Dan Angin Puting Beliung, Ini Harapan Petani Jeruk Di STTU Julu

Reporter: Lambok Padang/Alferin
Media Berantas Kriminal

 

MEDIABERANTASKRIMINAL.COM, PAKPAK BHARAT | Bencana hujan es dan angin puting beliung yang menimpa beberapa daerah di Kecamatan Sitellutali Urang Julu, Kabupaten Pakpak Bharat, yang terjadi pada Selasa sore (22/09/2020) diantaranya di Singgabur, Cikaok, Lae Langge dan Ulumerah sekitar pukul 16.00 Wib.

Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut, namun dampak dari bencana ini, tidak hanya memporak porandakan atap rumah puluhan warga setempat. Taburan hujan deras di sertai butiran-butiran es disertai angin kencang juga meluluh lantakkan tanaman para petani seperti jeruk, jagung, cabai, Padi dan beberapa jenis tanaman lainnya.

Masyarakat setempat yang terkena dampak bencana yang merupakan mayoritas petani berharap banyak kepada pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat terlebih Dinas Pertanian untuk memberikan perhatian khusus kepada puluhan warga yang terkena dampak bencana.

Seperti yang di sampaikan petani Jeruk di Singgabur Desa Silimakuta, Hokbin Berutu (46) saat berbincang dengan wartawan disekitar Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Senin (28/9/2020).

Dia menyampaikan, akibat bencana tersebut, ditaksir dia mengalami kerugian puluhan juta rupiah, pasalnya tanaman jeruk rusak yang berumur 4,5 tahun tersebut buahnya berjatuhan, bahkan ranting pohon jeruknya juga ada yang berpatahan.

“Akibat bencana hujan es dan angin puting beliung sebelumnya, tanaman jeruk kami disinggabur rusak, buah jeruk yang rencana mau dipanen dan yang masih muda juga berjatuhan, sehingga kami mengalami kerugian puluhan juta rupiah,” keluh Hokbin kepada beberapa wartawan.

Akibat dari itu, dia berharap perhatian khusus dari pemerintah melalui dinas Pertanian agar dapat meringankan kerugian yang mereka alami petani yang terdampak bencana di daerah tersebut. (Lambok Padang/Alferin)

98 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *