Aceh Tamiang | MEDIABERANTASKRIMINAL.COM – Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, SH. Mkn melantik tujuh puluh satu orang Datok Penghulu (Kepala Desa), kegiatan berlangsung di Tribun Kantor Bupati pada Senin (24/05/2021).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan, Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) sering beda pendapat dengan Datok Penghulu, diduga adanya saling tidak melibatkan dalam pengelolaan anggaran,” jelasnya.
“Diharapkan kepada Datok Penghulu agar dapat lebih berinovasi dalam melaksanakan pembangunan di kampung dan selalu melakukan sinergitas dengan Lembaga lainnya,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Lukmanul Hakim Datok Penghulu Kampung Mesjid Kecamatan Bendahara, usai kegiatan pelantikan mengatakan, dalam kepemimpinan kami kedepan akan meluruskan birokrasi yang ada di Kampung,” terangnya.
“Menguatkan Syari’ah Islam, peningkatan ekonomi masyarakat dan khusus untuk kaum wanita akan ada pelatihan wirausaha untuk menambah pemasukan bagi keluarga.
Lukman juga menyampaikan, terkait Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) yang selama ini terlihat jalan ditempat, maka akan dilakukan perombakan pengurusnya, agar kinerjanya lebih berhasil,” ungkapnya.
“Perkebunan kelapa sawit rakyat, persawahan yang ada akan terus ditingkatkan dan kedepannya usaha jamur tiram, lebah madu, perikanan dengan menggunakan kolam, menjadi andalan untuk dikembangkan.
Datok Penghulu menambahkan, kita akan terus jeput bola untuk mengisi pembangunan di Kampung dan tidak akan terlalu berharap pada Anggaran Dana Desa (ADD),” tegasnya.
“Diharapkan kepada masyarakat Kampung Mesjid untuk dapat saling membantu dalam mengisi pembangunan, karena kesuksesan Datok Penghulu adalah keberhasilan bagi rakyatnya,” ungkap Datok.
Reporter: Fendi/Zoel
Editor: Hengky


More Stories
Ketua DPRD Toba Frans Hendrik Tambunan Pimpin Reses Masa Sidang Ketiga DPRD Dapil I Balige-Tampahan, Serap Aspirasi Masyarakat untuk Pembangunan Kabupaten Toba
PAD Alat Berat Kabupaten Toba Capai 70%, Penggunaan Diutamakan untuk Bantuan kepada Masyarakat
Bappenda Toba Dorong Warga Masyarakat untuk Membangun “Budaya Tertib bayar Pajak “