Jumat , 24-April-2026

Saksi Termohon Ditegur Hakim Agar Jangan Memaksakan Jawaban Dalam Sidang Pra Peradilan

Labuhan Batu – Media Berantas Kriminal | Persidangan hari ke-4 Pra Peradilan atas nama Julhadi Simanjuntak selaku Pemohon di Pengadilan Negeri Rantau Prapat, dengan agenda persidangan pemeriksan saksi, Jumat (13/08/2021).

Beberapa perwakilan lembaga dan media hadir pada persidangan, yang tergabung dalam Aliansi LSM dan PERS Bersatu.

Diantaranya, LSM PENJARA DPC LABURA Muhammad Yusup Harahap, LSM PENJARA INDONESIA Revi Hasrul,Ketua LSM LPPN Bangkit Hasibuan, Ketua LSM KAMPAKMAS-RI DPC LABURA Ervin N. Dasopang, dan Tim LMR-RI Sumbagut, beserta Media Bidik Indonesia/Bidik kasus, MEDIA BERANTAS KRIMINAL, Pojok Redaksi.

Pantau media saat mengikuti proses persidangan dari awal hingga akhir, melihat ada 2 (dua) orang saksi yang diperiksa. Dewi Maharahi selaku saksi dari Pemohon dan IPTU Hasiholan Naibaho, SH selaku saksi Termohon yang saat melakukan penangkapan terhadap Julhadi Simanjuntak menjabat sebagai Kanit 3 Unit Ekonomi Reskrim Polres Labuhanbatu.

Dalam memberikan keterangannya, Dewi Maharani menyampaikan bahwa menerima Surat Perintah Penangkapan dan Surat Perintah Penahanan karena diminta juper D. Sirait untuk datang ke Mapolres Labuhanbatu pada hari Senin (07/06/2021) yang lalu.

Saksi yang juga merupakan isteri Pemohon mengatakan bahwa hingga saat ini saksi tidak pernah mendapatkan Surat Perpanjangan Penahanan Julhadi Simanjuntak.

IPTU Hasiholan Naibaho, SH dalam keterangannya dalam persidangan menyampaikan bahwa dia adalah orang berperan bersama tim melakukan penangkapan Julhadi Simanjuntak sekira pukul 17.45 Wib di dekat warung mie aceh yang berada di daerah Merbau, Labuhanbatu Utara.

Saksi juga mengatakan bahwa saksi menuju ke lokasi penangkapan untuk melakukan penyelidikan berdasarkan laporan informasi dari masyarakat akan terjadi transaksi ditempat yang ditentukan, kemudian melakukan penangkapan karena melihat Julhadi Simanjutak memegang amplop putih di dalamnya berisi uang 5juta.

Hal tersebut membuat Penasehat Hukum Pemohon menganggap bahwa keterangan saksi terdapat adanya indikasi kebohongan, terutama karena saksi memberikan keterangan bertele-tele dan mengatakan bertindak atas dasar Surat Perintah Penyelidikan namun tidak dapat membuktikan Surat Perintah Penyelidikan yang dimaksud.

Bahkan awak media dan beberapa orang perwakilan LSM yang hadir dalam ruang persidangan melihat saksi IPTU Hasiolan Naibaho, SH sempat ditegur oleh Hakim yang memimpin persidangan agar saksi jangan memaksakan kehendak atau memberikan jawaban yang dipaksakan, mengatakan apa yang sebenarnya. Jika tau katakan tau kalau tidak ya tidak atau lupa, pesan Hakim Hendri Tarigan, SH, MH kepada saksi IPTU Hasiolan Naibaho, SH selaku saksi di dalam sidang Pra Peradilan.

Kemudian setelah keterangan saksi dianggap cukup, sidang agenda pembuktian atau pemeriksaan selesai, dan persidangan akan dilanjutkan kembali hari Senin (16/08/2021) dengan agenda sidang Kesimpulan Pemohon dan Termohon.

Terpisah, Dayan, SH. Kuasa Hukum Julhadi Simanjuntak, saat dikonfirmasi diluar ruang sidang, menjelaskan “Sidang berjalan lancar, semoga Hakim Yang Mulia mengabulkan Permohonan Pemohon dan Menyatakan Penetapan Tersangka terhadap diri Pemohon sebagai tersangka dinyatakan tidak sah dan tidak berdasarkan hukum,” jelasnya.

Koordinator ALIANSI LSM PERS BERSATU Bangkit Hasibuan, dikonfirmasi langsung diluar persidangan menilai proses persidangan hari ini cukup baik.

“Sidang hari ini baik dan mantap, semoga dengan adanya persidangan Pra Peradilan ini dapat terungkap apakah kepolisian sudah bekerja dengan baik dan benar atau memang bertindak semena-mena dengan mengkondisikan Julhadi Simanjuntak menjadi seorang tersangka (melakukan jebakan),” katanya.

Reporter : E.DSP
Editor : Hemgky

About Author