Belawan Rumah Kita
Belawan – Media Berantas Kriminal | Sekitar 29 elemen yang terdiri dari berbagai organisasi, parah Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama di Kecamatan Medan Belawan mengadakan pertemuan ramah tamah di Belawan Coffe, Kamis (03/11/2022) sekira pukul 13.0O Wib.
Dalam pertemuan singkat tersebut, berbagai elemen organisasi, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, membahas situasi tentang persoalan yang ada di Kecamatan Medan Belawan yang tak kunjung selesai hingga saat ini.
Adapun persoalan yang dibahas dalam forum tersebut, seperti tentang kenakalan anak remaja yang kerab terjadi, yakni aksi tawuran, Narkoba, kriminalisasi, Banjir Rob, judi dan Kemiskinan masyarakat di Kecamatan Medan Belawan.
Turut dihadiri Tokoh Masyarakat Belawan Haji Irfan Hamidi, Tokoh Masyarakat Sicanag Situmeang, Tokoh Masyarakat Belawan lama, Perwakilan Masyarakat Belawan Patar Panjaitan, Perwakilan dari PERMABEM (Persaudaraan Masyarakat Belawan Maju), Mahasiswa, Ormas PBB, Fermabes, Formabem, FABB, ABB, FKPP, dan lain lain.


Dalam sambutannya, Salah satu Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Warga Sicanang menyuarakan bahwa kenakalan anak remaja seperti aksi tawuran disebabkan adanya peredaran Narkoba sehingga hal ini dapat merusak mensed parah generasi muda dan tawuran ini selalu menjadi momok di kota Belawan.
Dan beberapa kali saya adakan pertemuan dengan Kapolres, Saya mengusulkan beberapa solusi agar tawuran ini bisa diselesaikan namun tanggapan itu sampai saat ini tidak ada tindakan dari pihak Kepolisian,” ucap Situmeang.
Tokoh masyarakat ini mengatakan,”Di Belawan ada satu keistimewaan, bahwa seluruh aparat ada di Belawan, seperti KPLP, Bea Cukai, Kejaksaan, Airud, Lantamal, Marinir, semua ada di Belawan, tapi tawuran tidak bisa diatasi, mereka berprinsip saya Airud tidak urusan saya, Lantamal bukan urusan saya, inilah yang membuat Belawan ini rasa tidak nyaman,” ungkapnya.
Perwakilan dari FABB menambahkan, Terkait masalah tawuran di Belawan, ia mengatakan agar dibuat kesepakatan kepada seluruh ormas untuk mengadakan ronda secara bergantian yang nantinya bekerjasama dengan pihak keamanan.
Dalam hal ini ia juga mengajak kepada seluruh ormas yang ada di belawan untuk bersatu.”Kami juga mengajak kepada seluruh ormas supaya bersatu, saya minta hilangkan rasa ego kita, jadilah kita saudara di Belawan ini,” pintanya.
Tokoh masyarakat Belawan Haji Irfan Hamidi menyampaikan,”Kita sebagai Tokoh Tokoh Organisasi yang sudah tergabung dalam wadah rembuk anak Belawan, jangan sampai yang 29 orang ini terpecah bela, dipertemua berikutnya kita harus lebih besar lagi.Kita harus terus saling bersilaturahmi membicarakan bagaimana kampung kita kedepannya, Kampung kita yang sangat memprihatikan,semua keluhannya tentang tawuran.
Kalau parah Instansi mengatakan tawuran ini bermula karena kesalahan orang tua, jauhnya anak dari orang tua, masalah kemiskinan, putus sekolah dan lain lainnya.
Dalam hal ini saya tidak sepakat orang tuanya disalahkan dengan kondisi kerusakan anak sekarang,dimana salahnya orang tua tadi.
“Saya sudah bilang ama kepolisian kalau situasi kemiskinan dihadapkan kepada kita maka mendapatkan perubahan.Tapi dimana banyak orang kemiskinan dimunculkan, kalau kemiskinan itu berubab narkoba dengan sejenisnya dan juga perjudian lainnya bisa ditekan permasalahan ini, maka tawuran lama lama akan habis,” sebutnya.
Selain itu Tokoh Masyarakat Belawan ini mengajak berbagai elemen organisasi dan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama, kita harus kompak, kita harus bersatu, jangan lagi salah menyalahkan. Kalau kita ketua ketua organisasi masih mau terpecah belah, yakinlah belawan akan lebih terpuruk lagi daripada hari ini,” ucapnya.
Ditempat terpisah Tokoh Masyarakat Haji Irfan Hamidi, kepada wartawan mengatakan,” Kedepannya kita bisa mengusulkan agar masyarakat belawan ini bisa lebih sejahtera karena sampai pada hari ini angka kemiskinan itu terus-menerus bertambah tidak ada angka naiknya malah angka penurunannya.
Jadi kami sepakat kumpul pada hari ini dan sampai beberapa minggu ke depan sehingga kami mendapatkan satu kesimpulan bagaimana konsep untuk menjadikan masyarakat melawan ini bisa sejahtera,” jelasnya.
“Kepada Pemerintah Kami harapkan baik tingkat 1 tingkat 2 maupun tingkat pusat harus memikirkan secara serius bahwasanya Medan Utara khususnya Kota Belawan Kecamatan Medan Belawan ini tidak layak masyarakatnya miskin dan terpuruk, banyak yang miskin, banyak yang putus sekolah dan yang lain sebagainya.
Sehingga dengan kekuatan kami semua meminta kepada Pemerintah untuk serius dengan merealisasikan janji-janji mereka untuk membangun wilayah Medan Utara khususnya Kecamatan Medan Belawan,”Tutur Haji Irfan
Haji Irfan menambahkan, “Banyak aspek yang harus kami perjuangkan dari kemiskinan, putus sekolah dan angka pengangguran, itu menjadi pokok bagi kami, sehingga bagaimana ke depannya ada di Belawan Ini ditambah sekolah SMK dan juga bagaimana ada sekolah gratis sehingga 10 tahun ke depan kami semua berharap belawan ini ada perubahan menjadi kota pendidikan di Kecamatan Medan Belawan.
Hari ini kami berkumpul kurang lebih ada 29 orang insya Allah minggu depan kita tetapkan di Kelurahan Sicanang untuk membuat pertemuan kembali lagi dan itu mungkin lebih besar lagi ormas yang hadir.
Di situlah nanti kami akan membuat suatu pernyataan fakta integritas, bahwasanya kami masyarakat Belawan atas nama tokoh-tokoh semua telah bersatu untuk memajukan Belawan, di Kecamatan Medan Belawan adalah kota tertinggal,” tutupnya.
Reporter : Bambang Hermanto
Editor : Hengky



More Stories
SLB Negeri Sidikalang Menanti Sentuhan Pemprov Sumut, Kekurangan Guru dan Fasilitas Jadi Kendala
Monitoring Desa Binaan TP PKK, Asisten 1 Pemerintahan Toba Dampingi TP PKK Provinsi Sumatera Utara
Bupati Dairi Diwakili Wakil Bupati Dairi Sampaikan Nota Pengantar Ranperda RTRW Dairi Tahun 2026 – 2046