Sabtu , 18-April-2026

Sukes Sebagai Tuan Rumah di G20, Indonesia Meraup Banyak Untung dari Investor

Oleh : Ulfi Yani
Mahasiswi Prodi Ilmu Politik Universitas Jambi
 
Opini : ~ Seperti yang kita ketahui, G20 merupakan organisasi yang tujuan utamanya adalah meningkatkan perekonomian negara-negara di dunia yang tergabung dalam organisasi ini.
Lantas, bagaimana G20 ini berdampak terhadap indonesia?

Negara-negara yang tergabung dalam G20 ini merupakan negara-negara dengan perekonomian yang baik dan kuat di dunia, tentu menjadi kesempatan bagus bagi indonesia menjadi tuan rumah di acara G20. Anggota G20 terdiri dari Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Republik Korea, Rusia, Perancis, Tiongkok, Turki, dan Uni Eropa.

Negara di G20 memberikan investasi dana untuk memacu pertumbuhan ekonomi antar negara terutama indonesia, hubungan ini di lakukan mengingat bahwa adanya hubungan terikat di bidang ekonomi antara negara-negara di G20 terutama indonesia menjadi posisi strategis untuk menginvestasikan dana, melihat sumber daya indonesia yang amat begitu baik dan melimpah, tak beran investor tak akan ragu untuk berinvestasi.

Berikut Investasi yang di dapat indonesia :
1.proyek pertama adalah MRT diG20 kemarin gak tanggung-tanggung indonesia berhasil menggaet jepang dan korea selatan dalam suatu proyek pembangunan MRT dijakarta.

2. Tol Trans-Sumatra pemerintah indonesia dan Turki juga sudah MOU untuk pembangunan jalan tol tersebut langsung Direktur oleh oprasi PT Huatama karya Langsung dengan wakil presiden Dewan Direkai ERG Group dari turki insaat Ticret ve sanagi musrafa sani Erbilgin,indonesua juga mendapatkan dana proyek berbasis energi terbarukan untuk mendukung pengembangkan kendaraan listrik terknologi sampai pemensiunan PLTU dari negara-negara G20 senilai 20 miliar dolar Amerika Serikat atau senilai 311 Triliun Rupiah.

3.Pemensiunan PLTU. PLN mendapatkan dukungan langsung dari Asian Development Bank (ABD) untuk memensiunkan dini PLTU lewat skema yang bernama energi transition mechanism (ETM) SUDAH MOU juga kemarin terkait penjajakan pensiun Dini PLTU pertama yang dimiliki produsen listrik swasta yaitu PLTU Cirebon-1 Mou nya dilakukan sekaligus peluncuran ETM Country Platform dan dihadiri langsung oleh Presiden Masatsugu Asakawa dan direktur utama PLN Darmawan prasodjo presiden direktur Cirebon Electric Power (CEP) Hisahiro Takeuchi dan CEO Indonesia Invesment Authority (INA) Ridha D.M Wirakusumah.

4.Proyek bisnis hidrogen dan amonia ini oleh Pertamina dan perusahaan energi terbesar asal Arab Saudi aramco yang teken kerjasama di proyek penyediaan hidrogen dan amonia untuk MOU nya sendiri dilakukan langsung oleh Dirut Pertamina nicke Widyawati dan Mohammed Y. Al Qahtani.

5.Proyek transisi energi seperti yang sudah disampaikan Indonesia juga dapat pendanaan proyek berbasis energi terbarukan untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik teknologi hingga pemensiunan PLTU dari negara-negara G20 senilai 20 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar 311 Triliun Rupiah.

6.proyek bisnis kilang minyak di Tuban ini mencakup kerjasama oleh Pertamina New and Renewable energi (Pertamina NRE) yang merupakan stakeholding Pertamina NRE dengan perusahaan listrik asal Arab Saudi, ACWA power yang resmi melakukan Joint Development Agreement (JDA),Proyek ini tujuan dibangunnya adalah untuk memenuhi kebutuhan dari GRR&P tersebut di mana di Join Agretment kemarin sudah di sepakati kerja sama yang meliputi pembangkit listrik kapasitas 575 MW, pembangkit uap berkapasitas 3288 ton per jam, dan desalinasi air dengan kapasitas 12000 ton per jam jadi nggak main-main ya jumlah proyek yang sudah teken dill di G20 kemarin dari segi jenis proyek bahkan sampai jumlah atau nilai proyek tersebut.

7.Investasi AS ke Indonesia IDR 38,82 T
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan jumlah investasi di Indonesia, termasuk kesepakatan sebesar US$2,5 miliar atau setara Rp38,82 triliun (asumsi kurs Rp15.529 per dolar AS) antara ExxonMobil dan Pertamina.

8.Kementerian Investasi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan produsen prekursor ternary CNGR Advanced Material Co Ltd asal China, untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.Penandatanganan kerja sama ini memiliki nilai investasi US$ 5 miliar.

9.Investasi Jepang dan Inggris di MRT Jakarta

Jepang dan Inggris berminat untuk berpartisipasi dalam proyek pengembangan angkutan massal perkotaan MRT Jakarta.

Media Nasional
Media Berantas Kriminal

 

About Author