Batubara, Media Berantas Kriminal – Tanggul Sungai Dalu-dalu di Desa Suka Raja, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, ambles diduga akibat diterjang banjir. Tanggul yang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik lantaran menelan anggaran hingga Rp11,6 miliar itu kini menuai kekecewaan masyarakat.
Tanggul tersebut awalnya diharapkan mampu melancarkan sistem irigasi persawahan di dua desa sekaligus mencegah banjir. Namun kondisi di lapangan justru berbanding terbalik. Warga menilai proyek tersebut terkesan dikerjakan asal-asalan.
Salah seorang warga, Soleh Pelka, mengungkapkan bahwa kerusakan tanggul sebenarnya sudah terlihat sejak sebelum banjir datang.
“Ini kemarin sempat heboh karena tanggulnya sudah miring. Kami sudah menduga pasti akan seperti ini. Apalagi sebelum diterjang banjir, benteng itu memang sudah miring terlebih dahulu,” kata Soleh, Senin (15/12/2025).
Ia menyebutkan, amblesnya tanggul tersebut kini memicu kekhawatiran warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai, terutama ancaman banjir di wilayah sekitar.
“Awalnya tanggul ini dibuat untuk mengatur aliran air supaya tidak terjadi banjir di beberapa wilayah Batubara. Tapi dengan kondisi seperti ini, sudah bisa dipastikan ada dua desa yang dialiri sungai ini bakal kebanjiran,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ratusan hektare lahan persawahan milik warga juga terancam terdampak. Soleh menyebut sebagian sawah berpotensi tergenang air, sementara sebagian lainnya justru terancam kekeringan.
“Di bawah sana setidaknya ada ratusan hektare sawah masyarakat yang terancam tergenang. Ada juga sawah yang bisa kekeringan. Ini jelas merugikan petani,” ujarnya.
Soleh juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang akibat robohnya tanggul tersebut, yakni terjadinya pengikisan di bantaran sungai.
“Harapannya dulu tanggul ini bisa mengarahkan alur sungai ke jalurnya. Tapi kalau dibiarkan, air sungai akan terus mengikis bibir sungai, sungainya bisa melebar dan membuka jalur baru,” katanya.
Atas kondisi itu, warga berharap pemerintah segera turun tangan dan melakukan perbaikan secepatnya. Menurut Soleh, kekhawatiran masyarakat, khususnya para petani, sudah mulai dirasakan saat ini.
Reporter: Maryono
Editor: Her/red



More Stories
Monitoring Desa Binaan TP PKK, Asisten 1 Pemerintahan Toba Dampingi TP PKK Provinsi Sumatera Utara
Bupati Dairi Diwakili Wakil Bupati Dairi Sampaikan Nota Pengantar Ranperda RTRW Dairi Tahun 2026 – 2046
Tekan Risiko Kecelakaan Perlintasan Sebidang Kereta Api, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret