BIREUEN (mediaberantaskriminal.com) – Proyek pembangunan trotoar dan penataan taman di sepanjang jalur Jalan Nasional wilayah Kota Bireuen menuai kritik dari pengguna jalan dan warga setempat. Hingga Sabtu, 02 Mei 2026, pengerjaan proyek tersebut dinilai mengabaikan standar keselamatan (safety) bagi pekerja maupun pengendara yang melintas.
Pantauan di lokasi menunjukkan beberapa titik galian lubang drainase dan tumpukan material bangunan meluber hingga ke badan jalan utama tanpa dilengkapi rambu peringatan yang memadai.
Poin Utama Keluhan Warga
Minim Rambu Peringatan: Tidak adanya safety cone atau lampu penanda (rotator) di sekitar material yang menumpuk, sehingga sangat berisiko memicu kecelakaan, terutama pada malam hari.
Debu dan Material Lepas: Ceceran tanah dan pasir di aspal membuat kondisi jalan menjadi licin dan berdebu saat cuaca panas, yang mengganggu jarak pandang pengendara roda dua.

Akses Pejalan Kaki Terputus: Belum adanya jalur alternatif sementara bagi pejalan kaki, memaksa warga berjalan di bahu jalan yang padat kendaraan.
Tanggapan Masyarakat
Seorang pengendara motor yang sering melintas, Azhari (34), mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi jalan yang menyempit akibat material proyek.
”Kami mendukung pembangunan kota, tapi jangan abai keselamatan. Tumpukan batu dan galian itu sangat dekat dengan jalur cepat. Kalau malam, penerangan di beberapa titik minim, sangat berbahaya bagi kami,” ujarnya kepada media, Sabtu (02/05/2026).
Harapan pada Pihak Kontraktor
Masyarakat berharap pihak rekanan atau kontraktor pelaksana segera melakukan langkah-langkah mitigasi risiko, seperti:
Memasang garis polisi (safety line) di area galian yang dalam.
Menyediakan petugas pengatur lalu lintas pada jam-jam sibuk.
Membersihkan sisa material yang masuk ke badan jalan secara berkala.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas terkait maupun pengawas proyek belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan teknis keselamatan di lapangan. Warga meminta agar pengawasan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen maupun Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) lebih diperketat agar proyek ini tidak memakan korban jiwa.
Reporter: Yuswar
Editor: Her/red



More Stories
Pesona Gerbang Bahari: Ulee Lheue dan Sabang Kian Menawan di Mata Dunia
Kuta Blang “Terkunci”: Menanti Solusi, Urai Macet di Jembatan Bireuen, Aceh
“Himbauan” Dilarang Membuang Sampah di Jl. Guru Sinumba Lingkungan XI Kel. Helvetia Timur, Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sampah Akan Dipindahkan