DAIRI, mediaberantaskriminal.com – Program pemerintah Revitalisasi satuan Pendidikan Tahun 2026 di SD NEGERI 030344 Paropo kecamatan Silahisabungan menuai sorotan, revitalisasi yg bersumber dari dana APBN dengan jumlah Rp.774.148.922 diduga berbahan bekas yang sudah berlobang lobang dan terkesan lapuk sehingga tidak sesuai dengan standar kelayakan konstruksi. Hal ini terlihat ketika tim Media menyambangi Sekolah tersebut pada hari rabu 21 oktober 2026, Revitalisasi disekolah tersebut mencakup rehab 6 unit ruang kelas dan 4 bilik kamar mandi. Dari pantauan tim Media rehab 6 kelas tersebut masih menggunakan bahan kayu yang lama yang sudah berlobang dan menjurus lapuk.
Ketika hal itu dipertanyakan kepada kepala sekolah tersebut menyatakan tidak tahu mengenai perencanaaan dan gambar bangunan tersebut, saya tidak tahu teknis dilapangan, perbelanjaan dan semua teknis nya dikerjakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) posisi saya hanya penanggung jawab, saya tidak mengerti gambar dan RAB, namun saat ditanya kenapa memakai bahan bekas Kepala Sekolah itu sudah sesuai gambar.
Kepala sekolah juga melanjutkan ada pengawas bermarga Simbolon yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kab Dairi untuk membantunya. Awak media juga menyoroti pernyataan Kepala Sekolah yg mengatakan Pembangunan dan Rehab tersebut dikerjakan dengan diborongkan kepada tukang dengan biaya hampir 200 juta rupiah,, saat ditanya mengenai dimana belanja material bahan bahan bangunan kepala sekolah mengatan belanja dari sekitaran Paropo, Sumbul, dan Merek Kabupaten Karo.
Ketika hal ini dikonfirmasi ke Dinas Pendidikan dalam hal ini Kabid SD Viddon Yesaya Hotma Rajagukguk mengatakan bahwa Revitalisasi adalah swakelola dan PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK) langsung dari Kementerian.
Semua proses disekolah, yang mengangkat panita dan perencana juga kepsek dan dana transfer dari pusat juga langsung ke rekening Panitia dengan Kepala Sekolah sebagai penanggung lanjut viddon.
Saat ditanya mengenai penggunaan bahan bahan bekas berjamur yang dapat membahayakan keselamatan siswa, Kabid Pendidikan SD mengatakan tidak tahu dan akan mempertanyakan hal tersebut kepada Kepala Sekolah yang bersangkutan ,” imbuhnya.
Reporter: Muliadi Siboro
Editor: Her/red

More Stories
PLN dan Polres Pematangsiantar Perkuat Kolaborasi Dukung Pelayanan Masyarakat
Dalam Rangka Peringatan Hari Pangan Sedunia , serta Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemkab Toba Gelar Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Silaen
BRI Pematangsiantar Perkuat Sinergi dengan Pemko, TJSL dan Layanan Perbankan Dioptimalkan untuk Pembangunan Daerah