Kamis , 16-April-2026

Diduga SPBU Damuli Pekan dan Pengecer BBM Bersubsidi Bermain

Labura. Mediaberantaskriminal.com – Antrian panjang kenderaan jenis roda dua maupun roda empat dan lebih hampir setiap hari terlihat di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nomor 13. 214.104 Damuli Pekan. Yang terletak di jalan lintas Sumatera – Desa Damuli pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara, dan menjadi sajian pemandangan warga yang melintas setiap hari.

Awalnya warga berfikir antrian ini disebabkan kurangnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Petalite dan Solar bersubsidi dari Pertamina ke Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Ucok,(31) warga Desa Siamporik mengatakan, “ternyata antrian pengendara sepeda motor yang mengisi BBM Pertalite Bersubsidi adalah orang yang sama secara berulang-ulang, baru setengah jam saya perhatikan ada beberapa pengendara sepeda motor dengan kenderaan dan orang yang sama bolak-balik mengisi petalite”.

Dari penelusuran awak media, sejak sebulan terakhir, pada Rabu,19/10/22 di SPBU Damuli Pekan yang berjarak sekitar 5 (lima) Kilometer dari Kantor Polisi Polsek Kualuh Hulu, terlihat ada dugaan kecurangan atau pelanggaran seperti praktek Mafia BBM Bersubsidi yang ternyata antrian kenderaan tersebut sebagian besar adalah sepeda motor yang mengisi BBM pertalite secara berulang-ulang, dan tidak tertutup kemungkinan BBM jenis Solar juga dimainkan SPBU ini.

Dari dugaan praktek ilegal ini para mafia BBM Bersubsidi jenis Pertalite maupun Solar, dugaan kuat ada permainan atau kongkalikong mulai dari Pemilik hingga Pengawas dan Operator SPBU pun ditenggarai meraup untung yang cukup besar tiap hari.

Salah satu pengendera sepeda motor yang terpantau awak media ini 17/10/22 dalam waktu singkat sudah tiga kali mengisi BBM Pertalite menurutnya dia adalah warga Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labura, yang namanya dirahasiakan, saat diwawancarai menjelaskan, sudah enam kali bolak-balik (berulang) mengisi penuh tangki kenderaannya, “saya baru enam kali mengisi bang, ini untuk saya jual lagi”.

Mandor SPBU mengaku bernama Andre, ketika dikonfirmasi pada,17/10/22 tidak mau menjawab pertanyaan wartawan, hanya memberikan telepon genggamnya kepada wartawan sembari mengatakan, “bang ini ada yang mau ngomong”.

Awak media menduga suara jauh terdengar dari Hanphone milik mandor SPBU adalah bekingnya, dan awak media tidak mendapatkan jawaban yang bisa dipertanggungjawabkan dari mandor tersebut.

Keesokan harinya, Pada 19/10/22. Herman atasan mandor SPBU Damuli Pekan dikonfirmasi melalui Handphone Seluler pribadinya, “saya lagi kegiatan di adipati, nanti biar saya kontek mandor kita ya, nanti saya telpon lagi”, Sembari mengakhiri pembicaran.

(E. Dasopang – Tim)

About Author