Tapsel, mediaberantaskriminal.com – Berikut hasil monitoring tim awak media, ditemukan kejanggalan dan ketidak sesuaian dengan laporan realisasi kegiatan penyuluhan keluarga Berencana dan Stanting yang dihimpun dilapangan serta informasi dari masyarakat.
Pada kegiatan pelaksanaan KB tidak transparan dimana tempat kegiatan dan berapa anggaran yang dikeluarkan setiap kegiatan serta jenis belanja kegiatan KB kemudian berapa gaji tenaga honorer dan jumlah tenaga honorer setiap kegiatan, maka kami awak media menduga adanya penyalahgunaan anggaran dan mark up pada kegiatan tersebut.
Kemudian pada kegiatan Stanting hampir serupa pada kegiatan KB hanya pada kegiatan ini ditemukan orang yang tidak layak mendapatkan nya karena dikhususkan pada keluarga miskin yang terdampak gizi buruk sedang kan ditemukan dilapangan dan informasi sekaligus monitoring yang dihimpun dari masyarakat yang cuma dikerjakan hanya pormalitas dan tidak tepat sasaran sesuai dengan program pemerintah dan terkesan mubajir kemudian bisa meraup keuntungan sehingga menjadi ajang korupsi yang akan menghabiskan anggaran miliyaran rupiah.
Kemudian kegiatan penyuluhan KB serta pemberian alat kontrasepsi KB ditemukan banyak penyelewengan anggaran,” ungkap ketua tim monitoring.
Lanjut ALBA Pangaribuan juga mengatakan akan terus melanjutkan dan mencari data untuk melengkapi agar kasus dugaan korupsi ini sampai ke meja hijau karena sudah merugikan keuangan negara dan masyarakat,” tegasnya.
Sampai berita ini diterbitkan belum ada jawaban dan tidak dapat hibungi resmi dari Kepala Dinas KB Kabupaten Tapanuli Selatan, Ibrahim Lubis.
Reporter : Hsp
Editor : HR/red



More Stories
Seleksi Relawan Dapur SPPG Bahliran Siborna Diikuti 104 Peserta, Ditarget Jadi Percontohan di Simalungun
Simak Rekam Jejaknya, AKBP Adrian Risky Lubis Ditunjuk Kapoda Sumut Jadi Kasatreskrim Polrestabes Medan
Robby Pangaribuan Pimpin Badan Khusus Pengembangan Pembangunan Kawasan Danau Toba DPP Gabpeknas