Kamis , 22-Januari-2026

Kedatang Presiden Jokowi ke Kabupaten Padang Lawas Menuai Kritik dari Amran Pulungan SE. MSP Selaku Direktur Eksekutif LP2I

Padang Lawas – Media Berantas Kruiminal | Lemahnya sikap dan tindakan dari pemangku kepentingan di Pemerintahan Kabupaten Padang Lawas dalam menyambut kedatangan Presiden RI Ir H. Jokowi, Jum’at (15/03/2024) akhirnya menuai kritik dari Direktur Eksekutif Lembaga Pemerhati Pembaharuan Indonesia (LP2I) Amran Pulungan SE. MSP.

Dikatakannya, Kedatang Presiden Jokowi ke Padang Lawas seharusnya bisa di manfaatkan pihak pemangku kepentingan khususnya Pj Bupati untuk menjelaskan keberadaan sebenarnya Padang lawas ini, mulai dari kondisi kebenaran RSUD, dokter spesialisnya, Alkesnya dan kondisi obat-obatan dengan kemampuan keuangan daerah.

Serta bagaimana Indeks Pembangunan Manusianya (IPM) di Padang Lawas ini dalam memenuhi kebutuhan hidup. Keberadaan Dana Bagi Hasil (DBH) Pusat dan Daerah, mengingat perkebunan dan pabrik banyak di Padang Lawas , namun sudah sejauh mana manfaatnya utk Palas. Ini seharusnya disampaikan secara ril, bukan dipoles seperti sudah mampu dan kuat Palas ini, kenyataannya masih butuh suntikan dana dari pusat.

Ini yang seharusnya disampaikan, sehingga kita bisa menggunakan infrastruktur yang baik. Pelayanan kesehatan dan pendidikan yang cukup dan memadai untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat Palas, terang Amran Pulungan.

Lebih lanjut dikatakannya, Pjs Bupati seharusnya sudah menyiapkan satu bundalan yang menjadi program rencana jangka pendek dalam menghadapi pilkada serentak dengan memperhatikan kesejahteraan masyarakat Palas. Penyampaian ini perlu adanya disaksikan masyarakat luas, sehingga terlihat perhatian Pjs Bupati untuk membangun Palas itu terwujud nyata.

Kita kecewa, kedatangan Presiden ke Palas “selayaknya hanya cuman jalan-jalan”. Padahal momen ini sangat baik untuk kemajuan Padang lawas.

Belum lagi perhatian untuk hasil kebun masyarakat, perlu ada perhatian pemerintah pusat dalam menertibkan harga yang standard, bukan suka-suka para tengkulak.

Yang dimuat dalam proposal itu menyangkut kondisi Palas sebenarnya, dan solusi yang diharapkan dari pusat. Apalagi pada kesempatan itu ada Mentri PU/PR dan Menkes turut hadir, jadi mereka tidak cuman mendampingi sana kesitu yang tak ada hasilnya,” pungkas Amran.

Reporter : Riaman
Editor : Hengky

About Author