Simalungun – Media Berantas Kriminal | Pemberitaan yang tidak akurat dan tidak berimbang telah tayang dibeberapa media online terkait dengan Judul : UD. Hutapea Jaya “Jual Pupuk Subsidi diatas Harga (HET)” di Nagori Pematang Kerasaan.
Pasalnya pemberitaan itu berbalik dengan fakta dan realita yang ada.
Sementara faktanya, realita yang terjadi, Ketua kelompok tani bersama para petani di Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun tidak adayang berkeberatan dengan harga jual pupuk subsidi, dan mereka telah membuat kesepakatan bersama petani dan para pemilik kios di Nagori Pematang Kerasaan terkait harga pupuk subsidi yang di jual kepada petani dengan harga pupuk subsidi yang disepakati bersama, dan kesepakatan ini tidak ada unsur paksaan dan intimidasi kepada para petani.
Berbalik dengan pemberitaan, yang disinyalir ada oknum berinisial MN yang selalu berkoak-koak di Tiktok dan Media Sosial memaparkan kalau para pedagang pemilik kios di wilayah Nagori Pematang Kerasaan Kec. Bandar Kab. Simalungun menjual pupuk subsidi diatas HET yang katanya sudah viral.
Bikin kegaduan dan tidak layak diberitakan, “Semua sudah jelas, para petani dan pedagang sudah sepakat dengan harga pupuk subsidi dengan harga jual yang telah ditentukan bersama, bersepakat dan para petani dengan penjual pupuk subsidi dengan harga yang ditentukan mereka dengan harga per sak/goni pupuk subsidi yang disepakati bersama.
Pemberitaan harga jual pupuk subsidi diatas HET diberbagai media online tidaklah layak dikonsumsi masyarakat, sebab pemberitaan itu dibuat lantaran adanya dugaan unsur sakit hati oknum inisial MN kepada para pedagang pupuk subsidi di wilayah Nagori Pematang Kerasaan Kec. Bandar Kab. Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Yang disinyalir oknum inisial MN ini sering melakukan pungli (pungutan liar) kepada para pedagang pupuk subsidi dari 12 kios dengan meminta-minta atau minta jatah pupuk.
Permintaannya itu langsung selalu ditolak oleh para pedagang.
Hal itulah oknum MN ini selalu mengganggu kenyaman antara penjual kios pupuk subsidi di wilayah Nagori Pematang Kerasaan Kec. Bandar Kab. Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Oknum inisial MN ini yang sudah memviralkan harga jual pupuk subsidi ini diatas HET mengatakan tujuan dia melaporkan masalah tersebut agar para petani terbantu dan bisa terjangkau jika membeli pupuk subsidi yang mana harga jual pupuk subsidi sudah diatur pada UU Permentan No.734 yaitu pupuk subsidi urea Rp.112.500,-/ zak ukuran 50 kg dan pupuk subsidi phonska Rp.115.000,-/ zak ukuran 50 Kg.
“Tetapi alhasil di wilayah Nagori Pematang Kerasaan Kec. Bandar para kios pupuk menjual pupuk subsidi Urea Rp.150 ribu/ zakdan pupuk subsidi Phonska Rp.160 ribu / zak dengan masing – masing berat 50 Kg,” katanya didalam liris beritanya.
“Pernyataan oknum MN itu, Bak Pahlawan Super Wade, “Jadi Narasumber Beritakan UD. Hutapea Jaya “Jual Pupuk Subsidi diatas Harga (HET)” di Nagori Pematang Kerasaan, Kec. Bandar Kab. Simalungun, Provinsi Sumatera Utara.
Pahlawan Super Wade, Tokoh utamanya, Wade Wilson (Ryan Reynolds), memakai kostum yang mirip tiruan kostum Spider-Man, tapi Anda bisa lihat pakaiannya itu rada kotor, dan kelakuannya lebih buruk lagi.
“Jangan Jadi Pahlawan Kesiangan.
“Namun, menurut informasi yang ada permintahan pupuk subsidi yang diminta oknum MN ke kios pedagang pupuk subsidi, tidak dikabulkan oleh pedagang pupuk alias tidak diberikan kepada MN.
Permintahan yang tidak dikabulkan ini lah pemicuh oknum MN menjadi sakit hati alias kecewa kepada pedagang pupuk.
Tidak dapat direalisasikan oleh para pedagang kios pupuk subsidi, diduga oknum MN ini selalu mengganggu, meresahkan para pedagang kios pupuk subsidi, dan disinyalir sering juga meminta-minta jatah pupuk oleh pedagang kios pupuk subsidi,” ucap para pemilik kios pedagang pupuk subsidi yang geram, “Kelakuan oknum inisial MN ini lebih buruk lagi.
Reporter : Poltak Simanjuntak
Editor : Her/Red



More Stories
Seleksi Relawan Dapur SPPG Bahliran Siborna Diikuti 104 Peserta, Ditarget Jadi Percontohan di Simalungun
Simak Rekam Jejaknya, AKBP Adrian Risky Lubis Ditunjuk Kapoda Sumut Jadi Kasatreskrim Polrestabes Medan
Robby Pangaribuan Pimpin Badan Khusus Pengembangan Pembangunan Kawasan Danau Toba DPP Gabpeknas