253 Orang Diamankan dalam Aksi Demo, Keluarga Pendemo Datangi Polda Sumut

Reporter: Edison/Red
Media Berantas Kriminal

 

MEDIABERANTASKRIMINAL.COM, MEDAN | Sebanyak 253 orang diamankan dalam aksi demo menolak UU Cipta Kerja di Provinsi Sumatera Utara. Pihak keluarga mendatangi Polda Sumut untuk menjemput keluarganya yang diamankan polisi saat demo kemarin.

Polda Sumut menetapkan tiga orang tersangka terkait kericuhan aksi demo Tolak Omnibus Law di seputaran Gedung DPRD Sumatera Utara.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menyebutkan total ada 243 orang diamankan hingga Jumat (09/10/2020).

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam klewang dan pelaku pembakaran mobil Wakarumkit Bhayangkara Medan di Jalan Sekip, Medan Petisah.

“Untuk keseluruhan di Sumut ada 253 orang yang diamankan. Sebanyak 9 orang di antaranya di Labuhan Batu, 1 orang di Tapsel dan 243 orang di Medan,” ungkapnya.

Demo Tolak Omnibus Law di Seputaran Gedung DPRD Sumatera Utara.

Salah satunya aksi Demo penolakan UU Cipta Kerja Omnibus Law turun ke jalan buruh dan mahasiswa, pada Kamis (08/10/2020) di kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, demo berlangsung ricuh. Terlihat juga di beberapa Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Sumatera Utara juga berlangsung ricuh.

Sehingga mengakibatkan puluhan personil dari kepolisian mengalami luka terkena lemparan batu dan perusakan kantor DPRD Sumut serta perusakan mobil dinas Polda Sumatera Utara (Sumut).

Dalam pengamatan wartawan, di lapangan para pelaku yang anarkis berhasil diamankan oleh kepolisian Polda Sumut, bahkan ada juga salah seorang pendemo membawa senjata tajam berupa kelewang, ketika hendak mengikuti aksi demo yang berlangsung di depan kantor DPRD Sumut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, ada 253 orang yang diamankan di Sumut. Dari angka tersebut, katanya, 243 diamankan di Ditreskrimum Polda Sumut, 9 orang diamankan di Labuhanbatu, dan 1 orang di Padangsidimpuan.

“Mereka ini ada mahasiswa, pelajar, ada kelompok anarko, ada beberapa lah. (Akankah dikeluarkan) “ya… kalau anak-anak , ya kita bina lah. Kita undang sekolahnya, misalnya hari ini orangtuanya untuk menjemput,” ucap Kombes Pol Irwan Anwar.

Ketika dikonfirmasi oleh wartawan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Tatan Dirsan Admaja mengatakan, “para pelaku yang melakukan aksi anarkis yang diamankan 241 orang dan kini masih dalam penyelidikan,” ucapnya.

“Saya berharap terang Tatan kepada mahasiswa, buruh dan masyarakat Kota Medan yang hendak melakukan aksi demo agar sama sama tetap menjaga kondusifitas keamanan Kota Medan, Medan rumah kita mari kita jaga sama sama, jangan sampai terpancing atau terprovokasi oleh oknum atau kelompok yang sengaja menciptakan suasana kerusuhan di Kota yang kita cintai ini,” terannya, Kamis (08/10/2020).

Lanjut Kabid Humas Polda Sumut, menyampaikan bahwa Polisi bertindak sebagai menjaga situasi Kamtibmas agar aman dan bukan untuk menghalangi masyarakat dalam menyampaikan Aspirasinya.

Oleh sebab itu peran serta masyarakat dalam menjaga situasi Kamtibmas yang aman sagatlah diharapkan,” jelasnya.

Martuani menyebutkan, dari jumlah pendemo yang diamankan ada 16 orang di antaranya merupakan anak di bawah umur.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan menyebutkan sebanyak 32 orang pengunjuk rasa yang diamankan di antaranya terindikasi sebagai kelompok Anarko.

“Saat ini pemeriksaan masih dilakukan di Polda Sumut,” ujarnya. Tatan juga menyebutkan dari bentrokan ricuh tersebut 34 personel polisi terluka.

Kemudian empat kendaraan rusak terdiri dari tiga mobil polisi dan satu mobil pelat merah.

Sebelumnya, unjuk rasa penolakan RUU Cipta Kerja yang telah disahkan DPR RI, pada Kamis (08/10/2020) di halaman Gedung DPRD Sumatera Utara berujung ricuh.

Sejumlah fasilitas umum turut dibakar dan dirusak oleh massa. Kaca gedung DPRD Sumut pecah akibat dilempari batu.

21 Reaktif Covid-19

Sebanyak 21 orang yang diamankan saat demonstrasi ricuh di DPRD Sumut, dinyatakan reaktif Covid-19.

Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko menyebutkan agar massa aksi yang akan melakukan demonstrasi agar tetap menjaga protokol kesehatan.

“Dari tes yang kami lakukan, ada 21 orang yang reaktif covid-19. Jadi silakan menyampaikan aspirasinya, tolong jaga kesehatan adek adek sekalian,” ungkapnya saat menjamu massa aksi lanjutan, Jumat (09/10/2020).

Ia menerangkan agar para massa aksi memikirkan keluarganya saat akan melakukan aksi.

“Yang paling penting adek adek bisa memberikan aspirasinya, Tidak ada berguna aksinya, kalau kalian sakit. Pulang dari sini sakit kasian keluarga kita. Saya berterimakasih sekali, apa yang telah disampaikan adek-adek ingin memberikan aspirasinya dengan damai. Ini yang kami harapkan,” pungkasnya. (Edison/Red)

 

 

209 views


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *