ACEH BESAR (mediaberantaskriminal.com) – Suasana riuh dan padat terlihat di sejumlah pasar tradisional dan lapak musiman di seluruh wilayah Aceh pada hari ini, Selasa, 26 Mei 2026. Masyarakat Aceh serentak merayakan tradisi Meugang (atau Makmeugang), sebuah ritual turun-temurun menyembelih dan membeli daging sapi atau kerbau untuk dinikmati bersama keluarga dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh esok hari.
Sejak subuh, warga sudah memadati pusat-pusat penjualan daging, seperti Pasar induk Lambaro (Aceh Besar) dan kawasan pasar kecil lainya. Tradisi ini tetap terjaga kuat sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan pemuliaan terhadap hari besar Islam.
Pergerakan Harga Daging
Berdasarkan pantauan di lapangan, tingginya permintaan membuat harga daging sapi segar mengalami lonjakan yang cukup signifikan dibanding hari-hari biasa.
Daging Sapi Kualitas Utama: Berkisar antara Rp 170.000 hingga Rp 180.000 per kilogram.
Daging Sapi Kualitas Sedang: Dijual pada kisaran Rp 150.000 hingga Rp 160.000 per kilogram.
Tulangan/Sop: Dipatok seharga Rp 80.000 hingga Rp 100.000 per kilogram.
”Harga hari ini memang naik karena modal pengambilan ternak juga tinggi, tapi alhamdulillah antusiasme warga untuk membeli daging tetap sangat tinggi. Lapak kami sudah ramai sejak pukul 05.00 WIB pagi tadi,” ujar Lukman, 45 tahun, salah seorang pedagang daging di kawasan Lampeuneurut Aceh Besar.
Makna Tradisi Meugang
Bagi masyarakat Serambi Mekkah, Meugang bukan sekadar urusan memakan daging. Tradisi ini memiliki nilai religius dan sosial yang mendalam:
Silaturahmi Keluarga: Menjadi momen berkumpulnya keluarga besar. Anak-anak yang merantau biasanya mengusahakan pulang ke kampung halaman.
Menu Khas: Daging yang dibeli hari ini akan diolah menjadi masakan khas Aceh seperti Masakan kari khas Aceh, Rendang, Sie Reuboh, yang kemudian disantap bersama keluarga.
Nilai Sedekah: Warga yang mampu secara ekonomi biasanya membagikan daging atau paket makanan kepada yatim piatu dan fakir miskin agar semua lapisan masyarakat bisa menikmati hidangan lezat di hari raya.
Pemerintah daerah setempat sebelumnya juga telah memastikan bahwa pasokan ternak sapi dan kerbau di seluruh kabupaten/kota di Aceh mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Meugang dan ibadah kurban tahun ini, serta telah melalui pemeriksaan kesehatan demi menjamin keamanan konsumsi warga.
Reporter: Yuswar/MS
Editor: Her/red



More Stories
Ternak Liar Masih Berkeliaran di Jalan Lintas Nasional Sigli-Pidie, Pengendara Diimbau Waspada
Direktur BUMNag Simantin Tantang Laporan Dumas, Warga Soroti Program Ketahanan Pangan
Dibalik Indahnya Kebun Teh Sidamanik, Warga Soroti Dugaan Arogansi Pangulu dan Pengelolaan Usaha Wisata