Ada Apa dengan Kantor Wali Nagari Batu Taba..??? Terkait dengan Inventaris Aset Nagari, Disinyalir Ada Ahli Waris Tanah Ulayat Mencari Keadilan

Tanah Datar | mediaberantaskriminal.com – Sehubung dengan digelarnya rapat pembahasan terkait Inventaris aset Wali Nagari Batu Taba di aula kantor Wali Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuah Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, pada hari Jum’at (27/11/2020) yang lalu antara KAN (Kerapatan Adat Nagari) dengan Pemerintahan Nagari.

Yang dimaksud di sini adalah Pasa Nagari menetapkan Pasa Nagari sebagai aset Nagari tertuang di Naskah Kesepakatan Bersama Antara KAN (Kerapatan Adat Nagari) dengan Pemerintahan Nagari terkait Inventaris aset Nagari Batu Taba, tertanggal 27 November 2020 yang ditandatangani Wali Nagari Batu Taba Destrianto bersama ketua KAN Basrizal Dt. Pangulu Basa.

Maka hal ini menjadi acuan Pemerintah Wali Nagari Batu Taba menyurati salah satu warga yang bernama Rosmida, yang mana surat itu berisi prihal pemberitahuan agar segala kegiatan yang dilakukan saudari Rosmida yang mana pada saat itu, Rosmida sedang melaksanakan kegiatan pembangunan persisnya disamping kantor Wali Nagari Batu Taba.

Selain komitmen Kesepakatan Bersama Antara KAN (Kerapatan Adat Nagari) dengan Pemerintahan Nagari terkait Inventaris aset Nagari Batu Taba, pemberhentian kegiatan pembangunan yang dilakukan saudari Rosmida disamping kantor Wali Nagari Batu Taba menurut yang tertuang di isi surat itu juga melanggar atau tidak sesuai dengan Perda kabupaten Tanah Datar No 19 Tahun 2003 tentang tata bangunan pasal 4 ayat 1 dan pasal 6 ayat 1,2 point a,b,c.

Namun ini menjadi polemik dan permasalahan sehingga dimuat ke publik.

Pasalnya, saudari Rosmida masih kurang paham, terkait dengan ketentuan dan dasar apa Pemerintah Nagari Batu Taba menghentikan pelaksanaan kegiatan pembangunan yang dilakukan disamping kantor Wali Nagari Batu Taba.

“Apakah mungking minim atau kurang secara detail pihak Pemerintahan Nagari Batu Taba mensosialisasikan hal itu, sehingga Rosmida masih bingung hingga persoalan permasalahan ini disampaikannya kepada awak media beberapa waktu yang lalu saat bertemu dengan Rosmida.

Permasalah ini, harus diluruskan lagi, apalagi pihak dari Rosmida masih tanda tanya terkait hal ini,” ucapnya kepada awak media.

Kronologisnya, beberapa puluh tahun yang lalu Kaum Datuak Saujah Kayo sebagai pemilik lahan atau tanah ulayat mengizinkan atau membolehkan untuk dijadikan pasar tradisional dalam hal ini sebagai hak pakai (Kabau mati kubangan tingga) dengan ketentuan jika pasar sudah tidak ada lagi, tanah tersebut dikembalikan kepada kaum Datuak Saujah Kayo, dalam hal ini Rosmida sebagai ahli waris.

Rosmida sebagai ahli waris kepemilikan tanah ulayat tetap akan memperjuangkan dan mencari keadilan karena Ketua KAN (Kerapatan Adat Nagari) Batu Taba menyerahkan tanahnya ke Nagari.

Tidak satupun dari pihak keluarga Rosmida sebagai pemilik warisan yang sah, diikutsertakan dalam musyawarah mengambil keputusan, penyerahan sebidang tanah ulayatnya untuk Nagari.

Yang mirisnya lagi dan sebagai bukti di tanah itu, terbujur tempat makam atau perkuburan dari nenek kami (pemilik lahan warisan tanah) yang sudah mulai digusur untuk pembangunan Kantor Wali Nagari.

Wali Nagari menyatakan tanah tersebut sudah menjadi inventaris Nagari, kami pun dilarang untuk menggarap dan membangun di tanah tersebut, surat itu tertanggal 07 Desember 2020, dan berdasarkan surat Naskah Kesepakatan Bersama Antara KAN (Kerapatan Adat Nagari) dengan Pemerintahan Nagari terkait Inventaris aset Nagari Batu Taba, tertanggal 27 November 2020 yang ditandatangani Wali Nagari Batu Taba Destrianto bersama ketua KAN Basrizal Dt. Pangulu Basa,” ungkap Rosmida kepadaawak media ini.

Tim awak Media Berantas Kriminal mencoba untuk memintai keterangan atau penjelasan dalam hal ini konfirmasi dengan Wali Nagari Batu Taba Destrianto dan Ketua KAN (Kerapatan Adat Nagari) Basrizal Dt. Pangulu Basa para awak media tidak berhasil ditemui dan dicoba melalui telepon seluler tidak diangkat atau direspon baik, hingga berita di ekspos di media.

Saat awak media ini ke kantor Wali Nagari Batu Taba, para awak media bertemu dengan Tri Astuti, SE yang menjabat sebagai Sekretaris Wali Nagari didampingi oleh rekan kerja di kantornya.

Tri Astuti, SE yang menjabat sebagai Sekretaris Wali Nagari Batu Taba memberikan keterangan dan penjelasan dengan tegas kepada awak Media Berantas Kriminal, “tanah ini sudah dibeli oleh Nagari “berkisar waktu pergolakan tahun 1958-an kepada seseorang yang yang bernama Datuak Kayo.

Terkait penjelasannya Tri Astuti, SE kepada awak Media Berantas Kriminal.

Rosmida sebagai ahli waris, sehubungan keterangan Sekretaris Wali Nagari Tri Astuti,SE. dan Naskah Kesepakatan Bersama Antara KAN (Kerapatan Adat Nagari) dengan Pemerintahan Nagari terkait Inventaris aset Nagari Batu Taba, tertanggal 27 November 2020 yang ditandatangani Wali Nagari Batu Taba Destrianto bersama ketua KAN Basrizal Dt. Pangulu Basa, tidak logis, tidak masuk akal, dan tidak beralasan sama sekali,” ucapnya

Rosmida berharap permasalahan ini dapat dibahas kembali, hingga rasa keadilan dan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah dapat terobati,” ucapnya mengakhiri konfirmasi awak media ini dengannya.

Reporter: Yannedi/Eri F
Editor: Hermanto

876 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *