Bangunan Ambruk Tanpa Sebab, Pengerjaan Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Lae Mbilulu Terkesan Amburadul

Pakpak Bharat | mediaberantaskriminal.com – Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Lae Mbilulu, Desa Prongil, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat, dari Dinas Pariwisata kabupaten Pakpak Bharat berbiaya sekitar Rp 300.000.000 yang dikerjakan oleh CV. Jovan Mandiri diduga asal jadi. Pasalnya, bangunan TPT tersebut ambruk tanpa sebab.

Ditempat Terpisah Ketua LSM Sidik Perkara, Alferin Padang, angkat bicara soal Proyek tersebut, diruang kerjanya pada Rabu (03/02/2021). Ia mengaku sangat menyayangkan pengerjaan proyek tersebut.

“Jelas saya sebagai kontrol sosial, sangat menyayangkan dan kecewa tentunya, kepada dinas pariwisata, masak begitu besar dana yang dikucurkan dari APBD kabupaten Pakpak Bharat, untuk mendongkrak pariwisata di Pakpak Bharat, malah dikerjakan asal asalan, miris tentunya masak baru sebulan di bangun sudah ambruk, saya menduga ini terjadi karena lemahnya pengawasan dari dinas terkait trhadap pihak rekanan, atau jangan2 ada kongkalikong antara pihak dinas
pariwisata dengan pihak rekanan dalam hal ini CV Johan Mandiri,” ungkapnya kecewa.

Pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Lae Mbilulu ambruk tanpa sebab.

Ia juga menambahkan ambruknya bangunan tembok penahan tersebut selain dikerjakan asal asalan, kemungkinan menggunakan bahan material yang tidak berkualitas dan diduga tanpa memakai besi, yang semestinya. Diminta kepada aparat penegak hukum agar pro aktif dalam menindak lanjuti temuan proyek asal jadi tersebut, untuk menjadi bahan utama dalam pengembangan, jika nantinya ditemukan adanya tindak pidana korupsi di pihak rekanan atau di dinas pariwisata, seyogianya segera di proses sesuai hukum yang berlaku.

Sementara Kadis Pariwisata kabupaten Pakpak Bharat Bambang Sunarjo Banurea, saat dikonfirmasi Wartawan dikantornya menyebutkan pihaknya juga menduga proyek yang dikerjakan pihak rekanan diduga asal jadi. “Ya, benar itu proyek dari dinas pariwisata, saya juga setuju kalau pihak rekanan kita duga mengerjakannya asal jadi.

Ketika ditanya terkait dugaan adanya kongkalikong antara dinas pariwisata dengan rekanan kadis pariwisata menepis, dan mengatakan “Oh tidak mungkin kami kongkalikong dengan pihak rekanan, sampai hari ini, kami sudah menyurati pihak rekanan, memang sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak CV Johan Mandiri,” tutupnya.

Reporter: A P/Redaksi
Editor: Hermanto

183 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *