BPI KPNPA RI: Ada Apa Nih..!!! Pekerjaan Peningkatan Ruas Jalan Simpang Gambus-Kedai Sianam, Proyek PT MKS Menelan Anggaran Rp 11.4 Milyar Retak dan Terkelupas

Batu Bara | mediaberantaskriminal.com – Pekerjaan peningkatan ruas jalan Simpang Gambus – Kedai Sianam (ruas jalan Nomor 034) dengan anggaran Rp11.452.713.718,47 diduga dikebut hingga kualitasnya diragukan.

Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA-RI) Kabupaten Batu Bara, Sultan Aminuddin yang sering disapa Ucok Kodam usai peninjauan ke lokasi pekerjaan menyampaikan kepada wartawan, Minggu (27/12/2020).

Dikatakan Sultan Aminuddin, proyek yang anggarannya bersumber dari dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) melalui APBD-P Batu Bara meski baru dilapis hotmix telah retak-retak dan terkelupas di banyak titik.

Pria yang akrab disapa Ucok Kodam tersebut menduga pemasangan hotmix yang dikerjakan PT MKS dilakukan pada saat hujan atau base sedang basah. Selain itu Ucok Kodam menduga hotmix yang terlihat tipis pada pemasangannya dalam kondisi tingkat panasnya jauh dari standar.

“Memang bakal ditambal oleh rekanan, tapi kan kualitasnya akan rendah karena banyak tambalannya”, jelas Ucok Kodam.

Kondisi jalan yang sudah retak-retak dan pecah di Jalan Simpang Gambus Kecamatan Lima Puluh menuju Kedai Sianam Kecamatan Lima Puluh Pesisir sedikitnya diposting di akun facebook oleh 3 netizen.

Postingan tersebut mendapat tanggapan dari netizen yang umumnya menyesalkan hasil kerja PT. MKS. Beberapa netizen pada kolom komemtarnya bahkan menuliskan kata yang cukup menohok.

“Koordinasi yang baik antara dua pemain, hasilnya seperti itulah”, tulis RAL

Netizen lain juga menguatkan komentar RAL bahkan menduga ada persekongkolan didalamnya. “Kemungkinan Para pihak berafiliasi adanya persekongkolan yang meraup untung besar, atau pengawas dan konsultan tidak cermat mengamati pekerjaan sehingga terjadi demikian,” tulis MD pula.

Ada pula netizen yang menduga ada ‘pemaksaan’ untuk menyelesaikan pekerjaan pada tahun ini juga. “Apakah ini proyek yang dipaksakan harus selesai dalam, tahun 2020…????”, tanya netizen inisial WM.

Reporter: Staf07
Editor: Hermanto

63 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *