Disinyalir Tak Berizin, Perusahaan Ayam Broiler di Ngesti Karya Terancam Kena Sanksi Penutupan

Lampung Timur | mediaberantaskriminal.com – Berdirinya perusahaan ayam broiler di dusun 4 (empat) desa Ngesti karya Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung ternyata belum memiliki izin resmi. Dikonfirmasi mediaberantaskriminal.com beberapa waktu lalu, pemilik perusahaan melalui Agus yang mengaku sebagai perwakilan dari perusahaan mengakui bahwa pihaknya memang belum mengantongi izin resmi dari dinas terkait Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur.

“Kalau dari kita pak ya, artinya pertama memangkan posisi kita adalah peternak mandiri, sehingga untuk pengurusan kesananya kita kan belum faham, karena yang kita, jadi bahasanya tadi pak posisinya kita induknya di Lampung Selatan. Pemahamannya seperti itu, jadi kalau diversikan kelalaian ya, saya posisinya bukan kesengajaan kan, karena menurut pemahaman kami kami sudah cukup begitu kan”, kata Agus dengan terbata-bata pada mediaberantaskriminal.com 12 Januari 2021 lalu.

Di ketahui dari beberapa pihak, diantaranya mantan Ketua RW setempat, Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Ngesti karya Sujandi, menyatakan sejak diketahuinya berdiri sebuah perusahaan diwilayahnya, belum pernah mereka ketahui adalah pengajuan permohonan izin, baik permohonan pembuatan Surat Izin Usaha maupun izin gangguan. Melainkan hanya ada surat pernyataan izin lingkungan yang ditandatangani oleh beberapa orang warga di RT 10, 9 dan 8.

“Kalau Surat Izin Usaha maupun izin resmi yang kami tahu tidak ada mas, karena mereka tidak pernah mengajukan. Yang kami tahu pada tahun 2015, ada 26 tanda tangan warga RT 10, dan tahun kemarin karena ada protes dari warga RT 9 dan 8, maka ada kesepakatan baru yang dibuat, tapi bukan izin dari pemerintah mas,” pungkas Sekdes.

Camat Waway Karya, Jamali, S.Pd saat dikonfirmasi pada senin (1/2/2021), menyampaikan adanya pihak yang mengaku sebagai penyewa kandang dari perusahaan ayam broiler yang dimaksud. “Ada yang datang untuk mengurus izin dari perusahaan penyewa, yaitu STS. Kami bisa mengeluarkan rekomendasi, namun ada syarat yang
harus terpenuhi seperti izin lingkungan minimal seratus tanda tangan dari warga lingkungan setempat. Memang ada surat pernyataan izin lingkungan, namun itu tidak bisa dipergunakan. Harus diperbaharui lagi, dan semenjak kedatangan mereka di pertengahan Januari kemarin itu belum ada kabar lagi”, ungkap Camat Waway Karya.

Dari pantauan mediabrantaskriminal.com dilapangan pada 6 januari 2021 lalu, terlihat adanya perusahaan ayam broiler dengan kapasitas besar dengan kapasitas puluhan ribu sampai ratusan ribu ekor yang tidak memiliki plang atau papan nama perusahaan. Dari pihak kepala pengurus kandang (Giman), diketahui bahwa pemilik tempat (kandang) tersebut adalah CV Sumber Mulia Berkah Abadi atas nama pemilik Hendra yang berkantor di wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan saat ini disewa oleh PT.STS.

Menanggapi hal itu, Ismail Saleh anggota salah satu NGO yang ada di Kabupaten Lampung Timur mengatakan, “pendirian tempat-tempat usaha milik perorangan atau badan hukum yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Timur seyogyanya harus mentaati peraturan pemerintah yang berlaku di wilayah Kabupaten itu sendiri.

Bahkan saya rasa secara umum mengharuskan perusahaan ayam broiler dimana pun keberadaannya harus memiliki, izin persetujuan lingkungan, izin prinsip dari pemerintah kabupaten, surat amdal dan izin mendirikan usaha, serta izin gangguan.

Dari fakta-fakta yang ada terkait perusahaan ayam broiler di desa Ngesti karya itu, dan berdasarkan informasi yang sudah didapatkan, semestinya ada tindakan penegakan Peraturan Daerah, bukankah pada Perda Kabupaten Lampung Timur, nomor 11 tahun 2000 tentang Retribusi Izin Gangguan, pada BAB I mengenai Ketentuan umum pasal 1 dari huruf a sampai w, dan pada BAB V pasal 13 yang menyatakan, Kegiatan usaha tanpa memiliki izin dikenakan sanksi penutupan kegiatan usaha.

Jelas kan, maka dari itu Pemda melalui satuan polisi pamong praja dan pihak SKPD terkait harus ada action atau tindakan nyata dalam penegakan Perda,” tegas Ismail Saleh.

Reporter: Rj Niti
Editor: Hermanto

205 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *