Kejaksaan Negeri Langkat Menahan Kepala Puskesmas Berinisial dr ED dengan Kasus Dugaan Korupsi

Langkat | mediaberantaskriminal.com – Kepala Puskesmas Desa Teluk berinisial dr ED (45) resmi ditahan oleh JPU Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Langkat.  dr ED ditangkap sebagai tindak lanjut tahap II oleh Kejaksaan Negeri Langkat terkait dugaan kasus pemotongan dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) pada tahun anggaran 2017-2019, Kamis (04/02/2021).

“Yang bersangkutan kami lakukan penahanan sesuai pelaksanaan Tahap II terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa pemotongan dana BOK, yang diperuntukkan tenaga kesehatan di Puskesmas Desa Teluk tahun anggaran 2017-2019,” jelas Kasi Intelijen Kejari Langkat, Boy Amali.

Boy menjelaskan dr ED sudah ditahan dan dititipkan ke Rumah Tahanan Tanjungpura.

Langkah penahanan ini setelah tim JPU Seksi Pidsus Kejari Langkat menerima tersangka dan barang bukti dari tim penyidik Seksi Pidsus.

“Proses lanjut agar dapat dilakukan proses penuntutan. Yang bersangkutan kami terima hari ini, sudah kita tahan, dan dititipkan di Rutan Tanjung Pura,” jelasnya.

dr ED diketahui Warga Jalan Seroja, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Dia disangkakan melanggar ketentuan Primair Pasal 12 huruf f UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana, Subsidair Pasal 11 UU RI No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas UU RI No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

“Penahanannya berdasarkan Sprint Kajari Langkat pada tingkat penuntutan Nomor : Print-01/L.2.25.4/Ft.1/02/2021 terhadap tersangka dr Evi Diana pada Rutan Tanjung Pura selama 20 hari mulai tanggal 04 Februari 2020. Dalam proses pelaksanaan Tahap II itu, ED didampingi oleh penasehat hukumnya,” ungkap Boy.

Sebelumnya, penindakan ini setelah adanya penetapan tersangka oleh Kejari Langkat pada (11/1/2021).

dr ED terjerat dugaan korupsi pemotongan dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2017-2019 di Puskesmas Desa Teluk, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat.

“Tersangka ED melakukan pemotongan dana BOK sebesar lebih kurang 40 persen yang diperuntukkan terhadap para tenaga kesehatan Puskesmas Desa Teluk. Dimana tenaga kesehatan yang diduga dipotong berjumlah lebih kurang 40 orang sejak TA 2017 hingga 2019. Total pemungutan yang dilakukan oleh tersangka tersebut lebih kurang sebesar Rp 200 juta,” bebernya.

Reporter: UD/Rose
Editor: Hermanto

 

 

112 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *