Kelompok Tani HPPLKN Bersama KTM Menyatakan Sikap “Mengutuk Keras Aksi Terorisme” Juga Menggelar Konsolidasi “Berantas Mafia Tanah”

Deli Serdang | MEDIABERANTASKRIMINAL.COM – Ketua Kelompok Tani HPPLKN (Himpunan Penggarap Pengusahaan Lahan Kosong Negara), Saifal Bahri bersama Ketua Komite Tani Menggugat (KTM) Unggul Tampubolon dan seluruh anggotanya menyatakan sikap mengutuk keras tindakan aksi Terorisme di Gereja Katedral Makassar dan mengutuk keras aksi Terorisme di Mabes Polri.

Sikap mengutuk keras tindakan aksi Terorisme ini dinyatakan, pada Kamis (01/04/2021) saat menggelar kegiatan konsolidasi atau pertemuan dengan seluruh anggota Kelompok Tani HPPLKN terkait menghadapi gugatan PB Alwashliyah di lahan 32 hektar yang telah diduduki Kelompok Tani HPPLKN sudah bertahun tahun, acara ini dilaksanakan di Blok A1, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.

Hadir dalam acara ini, Opung Simanjuntak selaku Pembina Kelompok Tani HPPLKN, Ketua Komite Tani Menggugat (KTM) Unggul Tampubolon bersama elemen Komite Tani Menggugat (KTM) dari Selambo.

Ketua Kelompok Tani HPPLKN, Saifal Bahri menjelaskan “kami dari masyarakat HPPLKN mengutuk tindakan radikal yang memaksakan kehendak, dilakukan oleh aksi Terorisme di Indonesia, “secara organisasi kami mengutuk keras aksi Terorisme,” tegasnya.

“Kami meminta kepada pihak penegak hukum. Pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia, selain membumihanguskan Terorisme di Indonesia yang menjadi musuh kita bersama, kami juga berharap kepada Pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia agar membumihanguskan Mafia Tanah, khususnya Mafia Tanah yang ada di Helvetia ini,” harapnya.

Opung Simanjuntak selaku Pembina Kelompok Tani HPPLKN dalam kata sambutannya mengatakan gugatan yang seperti ini, bukan lah yang pertama kali, tapi sudah berulang-ulang kali,” ucapnya.

“Seluruh anggotanya Kelompok Tani HPPLKN, Jangan Khawatir,” tegasnya.

Dalam surat somasi tertanggal 15 Maret 2021 tersebut, para penggarap/penguni tanah seluas 32 hektar untuk dapat segera meninggalkan, mengosongkan dan tidak lagi melakukan kegiatan apapun di atas tanah tersebut dalam tengang waktu 30 (tiga puluh) hari sejak surat somasi ini dilayangkan.

“Jangan Khawatir, Saifal Bahri selaku Ketua Kelompok Tani HPPLKN, dalam konsulidasi ini, akan memaparkan perlawanan menghadapi gugatan PB Alwashliyah di lahan 32 hektar, Kita lawan,” tegasnya.

Ketua Kelompok Tani HPPLKN, Saifal Bahri menyebutkan “Kita berkumpul pada hari ini dalam rangka konsolidasi, kita lawan, “tapi jangan asal melawan, agar berani melawan akan saya paparkan kebenarannya,” ucap Saifal Bahri.

PB Alwashliyah beralaskan somasi, “bahwa berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor 1485 K/Pdt/2016, sebagai pemenang atas tanah seluas 32 hektar.

Namun, dalam surat somasi tersebut tidak menjelaskan, penjelasan keputusan perkara pidananya pada tahun 2019, Perkara Nomor 1331 K/Pid.Sus/ 2019 tersebut diputus pada 27 Mei 2019, terkait pelepasan hak guna usaha (HGU) tanah PT Perkebunan Nusantara II (Persero) di Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.

Dalam surat somasi tertanggal 15 Maret 2021 tersebut, pihak PB Alwashliyah menang di mata hukum pada tahun 2016.

“Namun, dalam surat somasi tersebut tidak menjelaskan, penjelasan keputusan perkara pidananya pada tahun 2019,” ucap Saifal Bahri.

Menyikapi surat somasi tertanggal 15 Maret 2021 tersebut, “kita sudah menggelar kegiatan konsolidasi atau pertemuan dengan seluruh anggota Kelompok Tani HPPLKN dalam menghadapi terkait gugatan PB Alwashliyah dan kita sudah menyerahkan persoalan ini kepada kuasa hukum kami,” tegas Saifal Bahri kepada awak media.

Diakhir acara, Ketua Komite Tani Menggugat (KTM) Sumatera Utara, Unggul Tampubolon menyampaikan, “kita harus tetap semangat dalam melakukan perjuangan ini, segala perjuangan tidak terlepas dari usaha dan doa, walaupun kita berbeda-beda agama dan suku, kita bersatu, “rakyat pasti menang, tak terkalahkan,” ucapnya.

Dalam perjalanan perjuangan ini, tidak lah lupa selalu memanjatkan doa kepada Tuhan yang Maha Esa, agar perjuangan kita diberkahi, juga mendapatkan kemudahan dalam langkah perjuangan kita, serta selalu mendapatkan perlindungan dari Tuhan yang Maha Esa, “selalu berdoa menurut ajaran dan kepercayaan kita masing-masing,” ucapnya mengakhiri.

Reporter: Hermanto
Editor: Heri Kurniawan

 

 

288 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *