Kilang Padi BJS Mencurigakan, Diduga Oplos Beras Tak Layak Konsumsi

Sergai – Media Berantas Kriminal | Terkait kilang padi yang tanpa Plank Usaha, yang diduga memproduksi (oplos) beras tak layak konsumsi, sehingga membuat Kesehatan Masyarakat Terancam dan akhirnya Kades Pematang Sijonam, Rusiadi, SH angkat bicara.

Ia mengatakankan bahwa pemilik kilang padi yang berada di Dusun 4b, Desa Pematang Sijonam, Kecamatan Perbaungan yang pengusaha yaitu Selamet alias Akhun tidak kooperatif saat dikonfir awak media, Selasa (16/11/2021).

“Dia tidak kooperatif, dengan warga sini juga,” kata Kades Pematang Sijonam, Rusiadi.

Selain itu Kades, Rusiadi juga menyebutkan kalau secara tak sengaja dirinya berjumpa dan makan bersama dengan pemilik PT Batik Jaya Sukses beberapa hari lalu.

“Katanya itu dibeli memang beras pecah kulit dari Makasar, lalu digiling lagi di kilangnya. Jumpa di Medan pas makan malam Senin (15/11/2021),” ucap Rusiadi menirukan ucapan Akhun saat makan bersama di Medan.

“Saat awak media meminta pendampingan dari Kades ke kilang padi yang tak berplank usaha tersebut, dengan nada rendah Rusiadi menolak tawaran dari para awak media.

“Kalian saja kesana, dari pada nanti kita sakit hati,” cetus Rusiadi sembari sebutkan kalau dirinya tak punya wewenang untuk melihat aktivitas di kilang padi tersebut.

Akhirnya tanpa pendampingan Kades, para jurnalis mencoba kembali untuk ketiga kalinya hendak mengkonfirmasi pengusaha kilang padi, namun pengusaha tetap slalu tidak memperperbolehkan media masuk kedalam usaha tersebut. Ada apa disana? Sehingga wartawan selalu dilarang masuk kedalam pengelolaan padi tersebut.

Merasa diabaikan dan tidak diperbolehkan wartawan untuk meliput kegiatan dalam kilang padi tersebut, ketua DPC SPRI Serdang bedagai, Ali Amran Koto minta agar pihak Polres sergai kroscek kegiatan dalam kilang padi yang membeli beras untuk digiling kembali menjadi beras, dapat beroperasi tanpa plank usaha.

Pengusaha yang tidak siap dikonfirmasi dan tanpa plank usaha tidak mengindahkan aturan yang diterapkan pemerintah dan tertutup pada media terlebih lebih mengusir wartawan dapat disebut telah abaikan UU No.14 tahun 2008 tentang KIP (Keterbukaan Informasi Publik),” ucap Amran.

Salah satu masyarakat desa Pematang sijonam inisial J saat ditemui wartawan menyampaikan kalo memang tempat tersebut adalah kilang padi, kenapa kendaraan yang masuk adalah kontainer berisi beras yang kondisinya sangat aneh berwarna kekuning kuningan dan kecoklatan atau hitam? tidak seperti beras yang layak kita konsumsi jadi nasi,” ujarnya.

Apakah ini memang lolos dari pantauan Polres bang? terlebih-lebih jalan ini memang sudah kelas untuk kendaraan yang bermuatan puluhan ton? tolong bang, agar jalan desa kami ini dipedulikan dan diperhatikan,” ucap warga dengan nada kesal.

Reporter : D.Marbun
Editor : Heri Kurniawan

 

190 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *