Sabtu , 18-April-2026

Kondisi Kabel TV Kabel dan Jaringan WiFi yang Semrawut dan Amburadul di Tiang PLN di Jalan Jenderal Sudirman Bagan Batu Kota Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau

ROKAN HILIR (mediaberantaskriminal.com) – Kondisi kabel TV kabel dan jaringan WiFi yang semrawut dan amburadul di tiang PLN merupakan permasalahan serius di berbagai kota di Indonesia. Kabel-kabel internet dan FO (fiber optic) seringkali dipasang menumpang tanpa izin resmi, menumpuk, dan menjuntai, sehingga merusak estetika kota serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Terlihat miris..!!! TV Kabel serta jaringan Wifi yang Semrawut dan Amburadul di Tiang PLN arus tegangan tinggi, dan di Tiang Telkom, ” laporan warga masyarakat Bagan Batu Kota kepada awak media ini.

Menindaklanjuti laporan warga, berlanjut awak media telusuri kebenarannya terkait laporan warga ini.

“Selanjutnya berupaya menemui pihak penyalur TV Kabel yang disinyalir diduga tanpa ada memiliki merek plank di kantornya tepatnya di Jalan Kolam Bagan Batu Kota, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau.

Berlanjut  awak media ini telusuri dengan kebenaran tersebut, dan memantau TV kabel pada hari Kamis (02/04/2026) kemarin, di Jalan Jenderal Sudirman Lintas Riau Sumatra,Temuan TV kabel terlihat kondisi kabel TV kabel dan jaringan WiFi tampak semrawut dan amburadul di tiang PLN dan bahkan di Tiang Telkomsel.

“Kondisi ini terlihat, hampir disetiap di Tiang Listrik PLN dan juga di Tiang Telkomsel, di areal atau wilayah Gang RT/RW, Kondisi kabel TV kabel dan jaringan WiFi terlihat semrawut dan amburadul.

Diduga tidak memiliki izin, “Kondisi kabel TV kabel dan jaringan WiFi yang semrawut di tiang PLN sering kali merupakan indikasi tidak adanya izin resmi atau pelanggaran kerja sama dengan pihak PLN. Pihak PLN sering menegaskan bahwa kabel-kabel provider internet yang tidak beraturan tersebut adalah kabel “liar” yang menumpang tanpa prosedur yang benar.

PLN ULP Bagan Batu diminta meninjau terkait hal ini,” ucap warga.

“Risiko Sengatan Listrik dan Kebakaran: Kabel internet atau TV yang terkelupas atau bersentuhan dengan instalasi listrik bertegangan tinggi dapat menyebabkan korsleting, percikan api, dan kebakaran rumah di sekitar tiang.

Mengganggu Pasokan Listrik (PLN): Kabel-kabel liar ini sering kali membebani atau merusak jaringan PLN, yang berujung pada gangguan penormalan jaringan dan pemadaman listrik.

Ancaman bagi Pengguna Jalan: Kabel yang dipasang asal-asalan sering menjuntai rendah, melilit, atau bahkan putus. Hal ini sangat membahayakan pengendara motor dan pejalan kaki.

Pemasangan Ilegal dan Semrawut: Banyak pihak menumpang tiang PLN tanpa perjanjian resmi, sehingga pemeliharaan tiang listrik terganggu.

Selanjutnya awak media ini mencoba konfirmasi ke kantor TV Kabel, awak media ini berjumpa dengan petugas yang diduga adalah sebagai kasir, setelah dikonfirmasi awak media nama perusahaan perusahaan penyalur TV Kaber dan WIFI ini, dan anehnya, kasir ini menjawab “Tidak tau apa nama perusahaan TV Kabel tersebut,” ungkapnya, saat ditanya wartawan.

Bahkan mengatakan ke awak media ini, “Agar reporter media ini langsung saja menghubungi bagian Humas perusahaan penyalur kabel TV dan WIFI ini,” pungkasnya.

“Penyalur TV kabel Lokal tersebut diduga beroprasi secara ilegal, tidak memiliki izin resmi dari Dinas terkait, Dinas Kominfo di Kabupaten Rokan Hilir.

Saat konfirmasi ke pihak penyalur TV Kabel dan WIFI. Selanjutnya, “Humas TV Kabel mendatangi awak media ini, dan menyampaikan bahasa secara keras dengan mengatakan, “Kalau ada warga atau masyarakat melaporkan tentang TV kabel, langsung saja “Bawah saja kemari, jika ada masyarakat atau warga yang keberatan terkait pemasangan kabel yang diduga TV Kabel serta jaringan Wifi yang Semrawut dan Amburadul di Tiang PLN,” pungkasnya dengan nada tinggi kepada awak media ini.

“Biar Saya hadapi,” ungkap Humas tersebut kepada awak media.

Awak media ini pun merasa kecewa dengan cara penyampaian bahasanya Humas TV Kabel tersebut, diduga Kebal Hukum.

“Bahkan juga mengatakan kepada Awak media ini, “Silahkan diberitakan, “Saya tidak takut,” ucapnya mengakhiri.

Reporter: Jhonhoberd Simanjutak
Editor: HER/red

 

About Author