“KONSPIRASI dan INTIMIDASI Warnai PILKADES JATIWANGI” Ada apa antara DPMD dan Panitia 11…???

Karawang | mediaberantaskriminal.com – Pesta demokrasi pilkades di kabupaten Karawang yang tengah berlangsung, tercatat ada 177 desa yang tersebar di 30 kecamatan di kabupaten Karawang, dengan jumlah peserta calon kades sebanyak 352 calon kepala desa.

Momen pilkades adalah bentuk demokrasi pemilihan langsung yang tidak terlepas dari realita unsur politik, dan dapat di pastikan tentunya sangatlah riskan karna pasti akan banyak sekali permasalahan yang akan timbul, hal tersebut ahirnya benar terjadi saat awak media menerima informasi di wilayah kecamatan jatisari tepatnya desa jatiwangi, polemiķ perseteruan antar calon terjadi, sampai awak media menelisik untuk terjun langsung melakukan penelusuran dan mengkonfirmasi ke lokasi mencari kebenaran informasi permasalahan yang terjadi.

Dari penelusuran dan investigasi serta konfirmasi yang dilakukan awak media, dengan melakukan wawancara dengan beberapa masyarakat setempat serta konstituen di desa jatiwangi, dapat diperoleh informasi tambahan mengenai perselisihan dan perseteruan yang terjadi antar para calon kades serta para pendukungnya, tim media revolusi dan mediaberantaskriminal.com mendatangi juga ketua panitia dan menkonfirmasi langsung ke saudara (PW) terkait informasi yg viral di beberapa WAG mengenai kisruhnya penetapan cakades desa Jatiwangi .

PW mengutarakan bahwa, “informasi itu benar adanya, adapun permasalahan yang menjadi perseteruan adalah adanya dugaan kecurangan dalam proses seleksi persyaratan calon kades yang disinyalir di politisir sehingga salah satu calon dari tiga orang yang ada, hanya dua yang lolos versi panitia 11 kecamatan jatisari dan DPMD kabupaten karawang,” paparnya.

Sejumlah pihak menduga, adanya kecurangan dalam proses seleksi calon kepala desa Jatiwangi Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang.

Hal itu dipicu dari keputusan DPMD yang terkesan memaksakan dan terburu-buru untuk menggugurkan salah satu bakal calon kepala desa.

Abdul Wahid, balon kades petahana yang diputuskan tidak memenuhi syarat (TMS) karena dinyatakan positif narkoba berdasarkan hasil tes urine yang digelar oleh BNNK pada Selasa, 12 Januari 2021.

Keputusan hasil tes ini dianggap janggal karena sebelumnya Abdul Wahid sempat dinyatakan negatif narkotika oleh BNNK, berdasarkan hasil tes pada 22 Desember 2020.

Artinya, ada dua surat yang sudah dikeluarkan BNNK untuk Abdul Wahid dengan hasil negatif dan positif. Abdul wahid juga melakukan tes urine yang dilaksanakan di klinik Polres Karawang tanggal 23 Februari 2021 dan Abdul Wahid dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba oleh klinik polres.

Dugaan kecurangan lain yaitu adanya dua surat keterangan berbeda yang dikeluarkan oleh panitia 11 Desa Jatiwangi yang memutuskan meloloskan 3 calon kades, dengan Panitia 11 Kecamatan Jatisari dan DPMD kabupaten karawang yang memutuskan 2 calon lolos memenuhi syarat (MS) dan 1 calon tidak memenuhi syarat (TMS) pada saat proses belum selesai semua dilakukan oleh para calon kepala desa se kabupaten karawang sehingga terlihat janggal dan terkesan terlalu dini serta terkesan memaksakan.

Wahid menduga, “ada pihak yang sengaja bermain politik kotor dalam proses tahapan pilkades Jatiwangi tersebut, Kecurigaan wahid semakin terasa ketika ada upaya penekanan berbagai pihak terhadap ketua panitia dan panitia 11 desa jatiwangi yang dengan adanya upaya untuk memaksakan kehendak agar dirinya gagal maju jadi calon kepala desa Jatiwangi.

Abdul Wahid melanjutkan, kejanggalan lain yaitu surat putusan yang dikeluarkan Asda 1 sebagai Plt Kepala DPMD kabupaten karawang yang dinilainya tidak mendasar dan terkesan dipaksakan.

Terlebih dalam Peraturan Bupati Karawang No. 64 Tahun 2020 tertera dengan tegas di point (7,8,9) mengenai Tata cara pemilihan calon Kepala Desa di Kabupaten Karawang, disana tidak disebutkan adannya peraturan yang menyatakan BAHWA HASIL TES URINE BNNK DAPAT DI JADIKAN DASAR untuk mengagalkan calon kepala desa karena di duga melakukan penyalahgunaan narkotika, yang ada tertuang dalam PERBUP di katakan dengan tegas calon Kepala Desa tidak terjerat atau tidak sedang menjalani dan atau terpidana atau terpenjenjara paling singkat 5 tahun tetap dapat lolos seleksi calon kepala desa,” terang Wahid.

Lebih lanjut Wahid mengungkapkan kepada awak media ”kenapa panitia pildes DPMPD karawang melupakan PANCASILA terutama sila kedua, KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB hanya karna di duga ada nilai ekonomis yang diberikan beberapa orang licik pengadudomba anak Bangsa,” ungkapnya.

Asda 1 selaku PLT Kepala DPMD dan panitia 11 Kecamatan juga diduga memberikan tekanan kepada panitia 11 Desa untuk mengubah putusan mereka yang meloloskan 3 bakal calon Kepala Desa Jatiwangi termasuk Abdul Wahid , Hal ini membuat panitia 11 Desa akhirnya memutuskan untuk membubarkan kepanitiaan karena menganggap adanya intervensi dari DPMD dan panitia 11 kecamatan Jatisari.

Sikap panitia 11, “untuk membubarkan diri mendapat apresiasi dari berbagai unsur elemen masyarakat pendukung dari abdul wahid , yang menilai bahwa penting bagi panitia 11 untuk menjaga independensi serta kredibilitas mereka dalam menentukan calon kandidat kepala desa jatiwangi kecamatan jatisari sesuai dengan sumpah panitia 11 yang dilindungi hukum.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan awak media sudah berusaha mengkonfirmasi untuk mendapatkan klarifikasi tetang masalah ini kepada Asda 1 sebagai Plt kepala DPMD karawang, Namun hingga berita ini diterbitkan yang bersangkutan beralasan sibuk, banyak rapat atau memang enggan memberikan penjelasan.

Hal ini menguatkan kecurigaan adanya manipulasi dan politisasi juga konspirasi kecurangan yang dilakukan oleh oknum anggota dewan di DPRD kabupaten karawang dan oknum panitia pilkades di DPMD kabupaten karawang, dalam proses seleksi calona Kepala Desa Jatiwangi.

Reporter: Ika Widiyanti/R.Octav.P.Hrj
Editor: Hermanto

 

98 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *