SIMALUNGUN, Media Berantas Kriminal – Infrastruktur jalan di nagori buntu turunan kecamatan hatonduhan kabupaten Simalungun, tergolong jauh tertinggal bila dilihat berdasarkan perkembangan zaman.
Sangat disayangkan dan memilukan bagi masyarakat nagori tersebut dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.
Keluhan masyarakat nagori akan infrastruktur jalan selama puluhan tahun lamanya belum bisa diatasi oleh pemerintah kabupaten.
Warga nagori yg enggan disebutkan namanya S yang berprofesi sebagai supir angkutan sawit sangat mengkhawatirkan segala resiko akibat rusaknya infrastruktur jalan dan waktu tempuh dilaluinya.
Musim kemarau saja kondisi seperti ini, apalagi dimusim penghujan, imbuh warga tersebut.
Padahal anggota legislatif terpilih dari dapil 5 ini ada empat orang imbuh Sp warga huta enam nagori buntu turunan.
Sp juga menuturkan adanya penjual rujak yang terjatuh akibat rusaknya infrastruktur jalan di nagori buntu turunan pada hari senin 20 Januari 2025.
Warga tersebut juga sempat menanyakan apa kegunaan akan dana desa yang diberikan oleh pemerintah ke nagori, soalnya pangulu nagori buntu turunan sudah tiga periode menjabat sebagai pangulu, dan sebelumnya pangulu adalah orangtuanya/bapaknya menjabat selama dua periode.
Tim awak media /lembaga yang meninjau nagori buntu turunan meminta agar pemerintah kabupaten Simalungun dan legislatif dapat berkolaborasi secara serius dalam menanggapi keluhan masyarakat tersebut.
Tim juga mendapatkan informasi adanya dugaan kutipan yang dilakukan sekdes terhadap pengusaha RAM yang trucknya melintas di jalan lintas buntu turunan menuju titi beton.
Adapun informasi tersebut , setiap truck yang lewat perangkat desa/nagori menanyakan berapa kapasitas tonase yang diangkut oleh supir.
Berdasarkan catatan tersebut perangkat desa meminta kompensasinya sebanyak 10 % dari tonasenya kepada pengusaha RAM.
Menambahkan hal tersebut warga yang tidak mau disebutkan namanya S, Sp, MP, juga memberikan keterangan terkait adanya tanah bengkok desa/nagori yang dikelola oleh beberapa warga, namun tidak mengetahui berapa luas dan peruntukkan hasil dari tanah bengkok tersebut.
Reporter : Tim/Poltak Simanjuntak
Editor : Her/RED



More Stories
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Aceh Hebat 2 Milik Pemerintah Aceh Meledak di Ruang Mesin Saat Bersandar di Ulee Lheue
Anggota DPR RI Sabam Rajagukguk Berikan Sumbangan Sebesar Rp 50 Juta untuk Keberangkatan Kontingen Toba yang Mengikuti Pesparawi Nasional di Papua Barat, Monokowari
Anggaran Dana Non Earmark dan Earmark Desa Gurgur Aek Raja T. A. 2025 “Perlu di Evaluasi”