Menghitung Hari, Sejumlah Tokoh Masyarakat dan Pemdes Titi Akar Memperingati HUT Ke 4 Keramat Datuk Kebenah

Bengkalis | mediaberantaskriminal.com – Tinggal Menghitung Hari Sejumlah Tokoh Masayrakat dan Pemerintah Desa Titi Akar (Pemdes), Pada Acara Temu Adat Bersepakat Menggelar Hut Ke 4 Keramat Datuk Kebenah Yang Dilaksanakan Pada Tanggal (01/02-2021) Dijalan Kemenyan Putih Dusun Hutan Samak, Desa Titi Akar, Kabupaten Bengkalis.

Acara Malam Bedekeh Hut Ke 4 Keramat Datuk Kebenah Dilaksanakan Selama (3) Tiga hari, Mulai Tanggal 01/Sd 03 Febuari 2021.

Ketua Persatuan Bedekeh Suku Akit Hatas Ampas Bin Gayah, Mengatakan Adapun Kegiatan Acara Hut Ke 4 Keramat Datuk Kebenah, Peringatan Hari Bersejarah ini, Bagi Suku Akit Hatas Sangat Memiliki Sejarah dan Mengandung Makna Tersendiri, Suku Akit Hatas Menyakini, Perayaan ini Merupakan Sejarah Asal Muasal Pulau
Rupat, Keperkasaan Nenek Moyang Dalam Menempuh Jalan Kehidupan, Terlebih Awal Mendiami Pulau Terluar ini, Dengan Keberanian dan Kekompakan Yang Ada Saat itu, Membuat Suku Akit Hatas Mampu Mendiami dan Berkembang Dipulau Rupat ini, Sejarah Mengingatkan Para Generasi dan Generasi Berikutnya.

Betapa Pentingnya Kekompakan dan Persatuan Demi Kemajuan Pulau Rupat Secara Khusus Suku Akit Hatas,” lanjutnya

Ditambahkan Ketua Persatuan Suku Akit Hatas Ampas Bin Gayah Menurut Sejarah Memperingati Hut Ke 4 Keramat Datuk Kebenah Sangat Memiliki Sejarah dan Mengadung Makna Tersendiri, Suku Akit Atas Sangat Menyakini Perayaan ini, Merupakan Sejarah Asal Muasal Pulau Rupat, Atau Pulau Bertukar Tempat Yang Ditukar Dengan Sebatang Dayung Emas dan Sekerat Tampin Sagu Serta Sekerat Mata Beras Kepada Pemilik Pulau Rupat, Yang Bernama Datung Empang Kelapahan, Kemudian Datuk Empang Kelapahan Pindah Ke Pulau Lima, Sementara Disungai Selat Morong Dijaga Oleh Pengawalnya Yang Tidak Ikut Pindah Yang Bernama Datuk Kebenah Didusun Hutan Samak, Serta Keramat Tuan Putri Bintang Beraleh Didusun Makdewa, Mereka Adalah Sepasang Suami Istri, Yang Tidak Boleh Dipisahkan. Sementara Disungai Selat Morong Arah Kedesa Pangkalan Nyirih Dijaga Pengawal Datuk Empang Kelapahan Yang Bernama Datuk Sakti dan Datuk Panglima Gelang, Sehingga Dusun Hutan Samak Dan Desa Titi Akar Tetap Satu Desa, Tidak Boleh Pisah, Sampai Saat ini Tetap Kami Pegang Pasan Nenek Moyang Kami,” ucapnya kepada Media.

Acara Kegiatan Hut Ke 4 Keramat Datuk Kebenah yang dihadiri oleh Tokoh Masayrakat dan Pemdes Titi Akar, Kepala Desa Titi Akar Sukarto, Babinsa, Bhabinkhamtibmas, Ketua BPD Desa Titi Akar Khaidir, Batin Suku Akit Hatas, Kepala Dusun , Ketua RT / RW, beserta Seluruh masyarakat Desa Titi Akar.

Ketua Batin Suku Akit Hatas Almahrumah Tiam Bin Batin Pantjang Berpesan Semasa Hidupnya, menceritakan kenapa Pada tanggal 01 Februari 2017 dijadikann HUT Keramat Datuk Kebenah karena Pada Tanggal 01 Februari 1934 juga merupakan Tanggal bersejarah dimana Batin ketiga Suku Akit Hatas Desa Titi Akar yaitu Batin
Pantjang bin Tang mendapat besluit atau Piagam dari Sultan Siak yang intinya mengangkat dan menunjuk Alm Batin Pantjang Bin Tang sebagai Batin Suku Akit Hatas pada saat Desa Titi Akar masih Kampung Titi Akar yarg sekarang statusnya berubah menjadi Desa berangkat dari situlah Batin Suku Akit Hatas Desa Titi Akar sepakat menentukan Tanggal 01 Februari 2017 menjadi Hut Keramat Datuk Kebenah di Dusun Hutan Samak Desa Titi Akar dan saya Sebagai Ketua Batin Suku Akit hatas juga mengucapkan terimakasih kepada Sukarto Kepala Desa Titi Akar Karena Pada Tahun 2016 Telah Membangun Rumah Keramat Datuk Kebenah Semoga Kedepannya Rumah Keramat Datuk Kebenah ini Akan Menjadi Ikon Budaya Didesa Titi Akar,” ucapnya.

Saat Ditemui mediaberantaskriminal.com Sabtu (23/01-2021) Kepala Desa Titi Akar Sukarto mengatakan Melanjutkan Pesan Almahrumah Batin Tiam Bin Batin Pantjang Semasa Hidupnya, Diacara Kegiatan Hut Ke 4 Keramat Datuk Kebenah, Besar Harapannya Semoga Menjadi Sebagai Motor Pengerak Menuju Desa Wisata Budaya, Dimana Setiap Tahunnya Pemerintah Desa Titi Akar Merayakan Hut, (2) Dua Acara Besar Yaitu, Vihara Cin Bu Kiong, Yang Lebih Dikenal Cap Gomeh, Dan Bedekeh Keramat Datuk Kebenah Yang Sudah Berjalan 4 Tahun, Semoga Kedua Acara Besar Kegiatan ini, Menjadi Aset Desa Titi Akar, Dan Ikon Wisata Budaya Yang Sampai Sekarang ini Masih Terjaga Keaslianya,” ucap Sukarto.

Camat Rupat Utara Agus Sofyan, S.STP, MPA, Berpesan Kepada Pemdes Titi Akar dan Tokoh Masayrakat, Tetap Mengikuti Protokol Kesehatan, Warga Yang Ikut Serta Merayakan Acara Kegiatan Hut Yang Ke 4 Keramat Datuk Kebenah Yang Dilaksanakan Beberapa Hari Lagi, Iya Tetap Mendukung langkah Pemdes Titi Akar Melaksanakan HUT Ke 4 Keramat Datuk Kebenah Untuk Menjadikan Aset Desa dan Ikon Budaya Wisata,” pungkasnya.

Reporter: M. Aritonang
Editor: Hermanto

215 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *