Medan | MEDIABERANTASKRIMINAL.COM – Warga setempat di Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan menyelenggarakan musyawarah Pemilihan Ketua Badan Kemakmuran Musholla (BKM) Nurul Falaah Periode Tahun 2021-2026 tepatnya di Musholla Nurul Falaah, pada Jumat (28/05/2021) sekira pukul 21.00 Wib, Ba’da Isya.
Musyawarah ini diselenggarakan untuk memilih Kepengurusan Badan Kemakmuran Musholla (BKM) Nurul Falaah yang baru atau yang definitif.
Karena sebelumnya, sebulan yang lalu sudah di amanahkan kepada Ketua BKM Musholla Nurul Falaah H. Pairin untuk segera digelarnya musyawarah guna menunjuk pengurus pelaksana tugas sementara BKM Nurul Falaah, dan akhirnya musyawarah pengurus BKM yang pelaksana tugas sementara di gelar pada Hari Senin 12 April 2021 sebulan yang lalu.
Musyawarah pemilihan Ketua sementara ini, guna mengisi kekosongan pengurus BKM Musholla Nurul Falaah, dalam melaksanaan kegiatan di Musholla Nurul Falaah sebulan penuh di Bulan Ramadhan 1442 Hijriah, lantaran H. Pairin Ketua BKM mengalami sakit dan akhirnya terpilihlah Ketua pelaksana tugas sementara, Marahalim Siregar, MPd.
Dan berlanjutlah, pada Hari Jumat (28/05/2021) tepatnya di Musholla Nurul Falaah digelarlah kembali musyawarah Pemilihan Ketua Badan Kemakmuran Musholla (BKM) Nurul Falaah Periode Tahun 2021-2026 untuk pembentukan pengurus BKM Nurul Falaah yang definitif.
Kegiatan musyawarah ini, dihadiri oleh warga setempat, pemilihan Ketua Badan Kemakmuran Musholla (BKM) dilakukan secara langsung dan terbuka, pimpinan musyawarah di pimpin oleh Makmur Pane.
Sebelum digelarnya musyawarah pemilihan Ketua Badan Kemakmuran Musholla (BKM) Nurul Falaah Periode Tahun 2021-2026 yang definitif.
Makmur Pane, selaku pimpinan musyawarah membubarkan pengurus pelaksana tugas sementara BKM Nurul Falaah.
“Jadi, pengurus pelaksana tugas sementara yang lalu akan kita dibubarkan, mulai saat ini statusnya sebagai pelaksana tugas sudah dimisioner, kita bubarkan,” ucap Makmur Pane.
Pimpinan musyawarah menyampaikan kepada forum musyawarah, “apakah musyawarah bisa kita lanjutkan, seluruh peserta menyepakati bahwa agar musyawarah dilanjutkan, sampai dengan terpilihnya Ketua yang definitif.
Terkait mekanisme pemilihan Ketua Badan Kemakmuran Musholla (BKM) Nurul Falaah Periode Tahun 2021-2026, pemilihan dilakukan secara langsung dan terbuka.
Setelah melalui proses pembahasan yang panjang, akhirnya semua peserta musyawarah menyepakati hasil sebagai berikut :
Adapun usulan calon ketua yang dicalonkan ada dua calon, yaitu Makmur Pane dan Marahalim Siregar, MPd, dan akhirnya warga setempat memilih Saudara Marahalim Siregar, MPd sebagai Ketua terpilih yang definitif.
Ketua terpilih diminta untuk menyusun kepengurusan Badan Kemakmuran Masjid Musholla (BKM) Nurul Falaah Periode Tahun 2021-2026 yang baru.
Marahalim Siregar, MPd terpilih sebagai Ketua Badan Kemakmuran Musholla (BKM) Nurul Falaah Periode Tahun 2021-2026 didampingi oleh Wakil Ketua Abdul Rasyid Nasution, Sekretaris Makmur Pane dan Bendahara Kardiman.
Ketua terpilih, Marahalim Siregar, MPd menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta musyawarah yang telah memberikan amanah kepadanya untuk memimpin Badan Kemakmuran Musholla (BKM) Nurul Falaah Periode Tahun 2021-2026 untuk 5 (lima) tahun kedepan,” ucapnya.
“Amanah yang diberikan kepada saya sangat berat, jika saya mengerjakannya sendiri, untuk itu saya sangat mengharapkan dukungan semuanya untuk bersama-sama memakmurkan musholla yang kita cintai ini,” tegas Marahalim Siregar, MPd.
Dalam kesempatan ini, H. Sunarto selaku Dewan Pembina menyampaikan pesan kepada Ketua terpilih harus mampu mengayom serta mampu bekerja dengan baik untuk kemajuan dan memakmurkan musholla, kepada Ketua terpilih agar memperhatikan bidang-bidang yang sangat penting untuk ditempatkan orang-orang yang mampu bekerja secara profesional,” tegas H. Sunarto.
H. Sunarto menekankan kepada Ketua terpilih dan seluruh peserta musyawarah bahwa Musholla Nurul Falaah, tetap kita pertahankan paham “Ahlusunnah Waljamaah,” imbuhnya.
Diskursus mengenai paham Ahlussunah bukan berarti membuat ketegangan antar sesama muslim yang ketepan (keuletan) berbeda dengan kita yang mayoritas. Dengan tidak memonopoli predikat sebagai satu-satunya golongan Ahlussunnah wal Jamaah, jam’iah Nahdlatul Ulama semenjak pertama berdirinya menegaskan diri sebagai penganut, pengembang Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah.
Dengan sekuat tenaga, Nahdlatul Ulama berusaha menempatkan diri sebagai pengamal setia dan mengajak seluruh kaum muslimin, terutama para warganya untuk menggolongkan diri pada Ahlussunnah wa Jamaah,” ucap H. Sunarto mengakhiri wawancaranya kepada Media Berantas Kriminal.
Reporter: Heri Kurniawan
Editor: Hengky



More Stories
Bupati Dairi Sampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025
Pemkab Dairi dan PT. Pupuk Indonesia Dukung Program Swasembada Pangan,Tanam Padi Bersama di Desa Lumban Toruan
Wali Kota Tebing Tinggi Hadiri Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh