Pemilik Kebun Sawit Ayam Mas diduga Tidak memenuhi Ketentuan Syarat Izin Usaha

Rokan Hilir | mediaberantaskriminal.com – Insiden yang terjadi terhadap karyawan kebun ayam mas, sangat lah memprihatinkan, pasalnya pemilik kebun ayam mas di Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir ini, diduga kakangi UU ketenaga kerjaan, seperti sekarang yang dialami karyawan Ayam mas, saat dikonfirmasi pada hari Senin (01/02/2021) mengatakan mereka (Sekurity) bekerja dan harus tetap siaga selama 24 jam, Namun gajinya tidak memadai, sama yang dirasakan semua karyawan yang bekerja di perkebunan ayam mas ini, merasa seperti di perbudak,” ucap sumber pada awak media ini.

Ironisnya lagi, pihak pemilik kebun mengancam pada Sekurity, yang mengatakan “apabila ada buah sawit yang hilang, maka pihak keamanan (satpam) yang piket harus didenda dan membayar buah yang hilang seharga Buah di PKS per kilo gramnya, Oleh Karna itu banyak karyawan yang mengeluh tentang gaji mereka, yang tidak sesuai dengan apa yang dikerjaan mereka, seperti tenaga kerja laki laki mendapat upah sebesar Rp 35.500, Per Harian Kerja (HK) selama 12 jam kerja, dan tenaga kerja perempuan Rp 29.000 per Harian Kerja (HK) lebih kurang 6 jam kerja,” ungkap Karyawan.

Dijelaskanya, sekitar 60 orang tenaga kerja diayam mas ini, satupun tidak memiliki kartu kesehatan , Seperti JAMSOSTEK dan BPJS, kuat dugaan para pekerja/karyawan belum terdaptar di Dinas tenaga Kerja (Disnaker).

Dalam hal ini , kepada Pihak pemerintah yang terkait wilayah Rokan hilir, agar menelusuri Legalitas Izin Usaha Perusahaan Ayam Mas, yang luas kebun nya sekitar 300 Ha , Di duga lahan yang dikelola pemilik kebun ayam mas tersebut tidak mempunyai standart operasi, atau pun belum memenuhi syarat ketenaga kerjaan, maka para pekerja tidak memiliki kartu Jamsostek atau BPJS.

Pemilik Kebun sawit Ayam Mas bernama Hermansyah warga tionghoa atau chaines yang berdomisili di Sumatera Utara, daerah LABURA (labuhan batu utara) belum dapat dikonfirmasi, berhubung tidak pernah ditempat, dan sumber pun mengatakan kalau masalah kebun sawit Ayam Mas ini, sudah ada orang orang kepercayaannya, itu pun susah untuk di temui.

Kebun sawit Ayam Mas yang berlokasi di Kecamatan Simpang Kanan Kabupaten Rokan Hilir ini, hanya membayar pajak sebanyak 44 surat saja, Ke BPN rohil melalui Bank Riau unit Bagan batu, berarti pihak pengelola kebun sawit Ayam Mas hanya membayar pajak lahan seluas 88 Ha, padahal luas lahan Kebun sawit Ayam Mas yang dikelola tersebut lebih kurang 300 Ha, mana Pajak lahan sebahagianya,” terang sumber.

Kini pihak pengelola Kebun Ayam Mas disangkakan telah Melanggar PerPres No 48 pasal 3 huruf (b) thn 2020, dan UU PP pasal 2 ayat (3) thn 2013 tentang tenaga kerja, pasal 5 ayat (1) No 14 thn 1993,” pungkasnya mengakhiri.

Reporter: Tr..001/ Jhon Hoberd Simanjuntak 
Editor: Hermanto

 

 

96 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *