Proyek DAK Gazebo Simbilulu Diduga Dikorupsi, Kayu Jati yang di RAB, Disinyalir Tidak Menggunakan Kayu Jati Seperti Dituangkan di RAB

Pakpak Bharat | mediaberantaskriminal.com – Proyek pembangunan sarana dan prasarana pariwisata, Gazebo di Desa Prongil Kecamatan Tinada yang menelan anggaran sebesar Rp. 174.150.000,- (Seratus tujuh puluh empat juta seratus lima puluh ribu Rupiah) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 disinyalir pengerjaannya tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan dokumen kontrak.

Hal tersebut disampaikan Ketua LSM Garda Peduli Indonesia, Agus Padang kepada wartawan saat ditemui di Kantornya pada Jumat (08/01/2021) yang lalu. Ia mengungkapkan Proyek yang dikerjakan oleh CV. Napatolong itu pada pengerjaan tiang gazebo diduga tidak menggunakan kayu jati seperti yang dituangkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).


Disinyalir pengerjaan tiang gazebo diduga tidak menggunakan kayu jati seperti yang dituangkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Padahal seyogianya penggunaan material tersebut sudah tertara di Rencana Anggaran Biaya (RAB). Begitu juga lantai yang dikerjakan diduga tidak sesuai gambar.

“Jelas kita sangat kecewa. Apalagi bangunan ini dibangun untuk mendukung perkembangan pariwisata di Kabupaten Pakpak Bharat. Kalau pengerjaannya seperti ini maka saya selaku kontrol sosial meragukan mutu bangunan itu dikemudian hari,” jelasnya kecewa.

Agus berharap kiranya hal ini menjadi bahan kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penelusuran adanya indikasi korupsi pada pengerjaan proyek gazebo tersebut.

Ia juga menaruh harapan kepada BPK nanti agar betul-betul menelusuri kegiatan Dinas Pariwisata yang bertempat di Objek Wisata Lae Mbilulu karena banyak yang bermasalah.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Drs. Bambang Banurea saat ditemui wartawan belum dapat dikonfirmasi dan belum memberikan keterangan. Begitu juga ditemui wartawan baru-baru ini, Rudi Sinamo selaku PPTK masih terlihat terkesan enggan mau dijumpai dan malu-malu bertemu dengan wartawan.

Reporter: Alferin Padang
Editor: Hermanto

66 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *