MEDAN, mediaberantaskriminal.com – Wajah birokrasi di tingkat lingkungan Kota Medan kembali tercoreng hebat. Alih-alih menjadi garda terdepan pengayom warga, dua oknum Kepala Lingkungan (Kepling) di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, justru diduga kuat nyambi sebagai pemain dalam jaringan gelap narkotika. Senin (09/03/2026) dini hari yang dingin berubah mencekam saat personel Satresnarkoba Polrestabes Medan merangsek masuk ke kediaman oknum tersebut.
Hasilnya mengejutkan: barang bukti sabu seberat kurang lebih 3 ons ditemukan. Angka yang fantastis untuk level perangkat lingkungan yang seharusnya menjaga moralitas wilayahnya.
Penggerebekan Dramatis: Satu Tertangkap, Satu Buron Skandal ini mengonfirmasi keresahan panjang warga Medan Barat. Kabag Tapem Pemko Medan, Rudi Asriandi, membenarkan bahwa Kepling 19 berinisial MF telah diringkus.
Namun, drama pelarian terjadi di lokasi lain. Lurah Pulo Brayan Kota, Rivai Harahap, mengungkapkan bahwa saat penggerebekan berlangsung, Kepling 13 berhasil meloloskan diri dari kepungan petugas.
“Kepling 19 sudah diamankan, sementara Kepling 13 masih buron. Istri dari Kepling 13 saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di kepolisian,” jelas Rivai.
Tamparan bagi “Benteng” Lingkungan, Kabar memalukan ini langsung memicu reaksi keras dari legislator Dapil I Medan, Antonius Devolis Tumanggor. Politisi NasDem ini menyebut kejadian tersebut sebagai “racun” di tubuh pemerintahan kota. ”Ini memalukan! Kepling itu perpanjangan tangan pemerintah, mata dan telinga warga. Kalau mereka sendiri yang jadi pengedar, mau jadi apa generasi muda kita?” tegas Antonius dengan nada tinggi, Selasa (10/03/2026).
Ia pun mengingatkan publik pada memori kelam Medan Barat sebelumnya, di mana jabatan camat sempat diguncang kasus serupa. “Dulu camatnya, sekarang Kepling-nya. Ini bukan lagi kebetulan, ini alarm keras!,” ucapnya.
Antonius membeberkan bahwa dalam berbagai agenda reses, masyarakat Pulo Brayan Kota sebenarnya sudah menjerit soal maraknya peredaran narkoba dan aksi begal. Ironisnya, keluhan yang disampaikan di depan aparat kelurahan dan tokoh masyarakat itu seolah menemui jalan buntu, dan kini terjawab mengapa peredaran tersebut sulit di berantas.
“Masyarakat sudah lapor, tapi ternyata ‘pagar makan tanaman’. Bagaimana narkoba mau habis kalau penjaganya saja ikut bermain?” sindirnya.
Desakan Tes Urine Massal Tak ingin kasus ini menguap begitu saja, Antonius mendesak Inspektorat dan Bagian Tapem Pemko Medan untuk melakukan “pembersihan” total. Ia menuntut adanya tes urine mendadak bagi seluruh ASN, Lurah, hingga Kepling di seluruh Kecamatan Medan Barat. Langkah tegas ini dinilai mendesak agar kepercayaan masyarakat terhadap perangkat lingkungan tidak runtuh total. \
Kini, publik menunggu keberanian Pemko Medan: apakah akan ada perombakan besar-besaran, atau Medan Barat tetap dibiarkan dalam bayang-bayang barang haram?***
Sumber: medan.pikiran-rakyat.com



More Stories
Ketua TP PKK OKU Timur dr. Sheila Hadiri Pembukaan Rakon PKK & Rakerda Dekranasda Sumsel 2026
Wakil Gubernur dan Wakil Bupati OKU Timur Letakkan Batu Pertama Masjid Baitul Huda di Desa Mekar Jaya
Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M, Membawa Satu Misi Besar, Membuka Akses Pendidikan Gratis Bagi Masyarakat Melalui Pendirian Sekolah Rakyat