Kamis , 22-Januari-2026

Tak Masuk Database, Ratusan Honorer RSUD Raden Mattaher Jambi Berunjuk Rasa di Depan Gedung Kantor Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi

JAMBI, Media Berantas Kriminal – Ratusan orang tenaga honorer RSUD Raden Mattaher Jambi melakukan aksi unjuk rassa mengelar aksi Domo di depan gedung rumah sakit Raden Mattaher Jambi pada Senin 07 Oktober sekira pukul 09.00 WIB.

AksiĀ  mereka tersebut berkaitan dengan tuntutan atas ketidak,adilan dari pihak manajemen rumah sakit terhadap mereka.

Selama mereka menjadi tenaga honorer dan mengabdikan diri di rumah sakit Raden Mattaher Jambi, mereka dianggap sebelah mata oleh pihak manajemen Rumah sakit.

sebabnya sampai saat ini mereka tidak dimasukkan ke dalam database.

Dengan alasan dari pihak manajemen rumah sakit Raden Mattaher Jambi..? karena status rumah sakit ini merupakan BLUD.

Dan yang membuat mereka merasa sangat kecewa, rumah sakit pemerintah provinsi lainnya “seperti rumah sakit jiwa Provinsi Jambi, statusnya juga sama BLUD, namun honor di sana terdaftar di database.

Karena tidak terdaftar di database, mereka tidak bisa mendaftar ASN PPPK, dan itu sangat merugikan bagi honor di sana.

“Sudah belasan tahun kami mengabdi di sini, tapi tidak masuk database, alasannya karena BLUD, padahal Rumah sakit lain juga BLUD tapi mereka terdaftar di database. Ini yang kami sesalkan,” kata salah seorang perawat.

Dan mereka juga melakukan aksi unjuk rasa di depan rumah sakit itu sendiri. Mereka membentangkan karton yang tertuliskan uneg-uneg mereka.

Selain menuntut kejelasan database, pihaknya juga meminta kepada pemerintah Provinsi Jambi , khususnya Rumah sakit Raden mattaher Jambi agar dapat untuk menambah jatah kuota PPPK.

“Sekarang formasinya hanya sedikit sekali. Sementara honorer disini cukup banyak,” ujar nya .

Mereka menduga” jika management rumah sakit tidak mau ambil pusing soal data honorer, ada Kemungkinan karena tidak ada uang masuknya.

“Yang selalu diperhatikan adalah ASN. Sama-sama kita ketahui jika jumlah ASN disini sangat sedikit, yang banyak itu honorer. Tanggung jawab honorer hampir sama, tapi kesejahteraan jauh dari mereka,” katanya.

“Tolonglah hai pimpinan kami, tolonglah pak gubernur, DPRD provinsi Jambi. Perhatikan nasib kami. Belasan tahun mengabdi disini tapi jauh dari kata sejahtera,” sambungnya.

Selain menuntut formasi PPPK, ratusan tenaga honor ini juga menuntut keadilan dan pemerataan insentif BPJS yang mereka terima.

Informasi yang dihimpun jika insentif BPJS seperti dimainkan oleh pihak manajemen. Siapa yang protes akan lebih banyak mendapatkan insentif, sementara yang tidak protes akan menerima alakadarnya.

“Kami minta transparan. Jangan mentang-mentang kami honorer, kami dipermainkan. Ingat, doa orang teraniaya akan dikabulkan oleh Allah,”dengan nada kesalnya.

Jika tuntutan mereka tidak dikabulkan oleh manajemen rumah sakit maka mereka akan melakukan aksi yang cukup besar lagi bahkan mereka akan melakukan aksi mogok kerja.

Reporter : Junaidi
Editor : Her/RED

 

 

About Author