Padang Lawas, mediaberantaskriminal.com – 29 Agustus 2025, Lingkaran Aktivis Mahasiswa Pilihan Sumatera Utara (LIMPA SUMUT) kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid III. Mereka menyoroti dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada pengelolaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tahun Anggaran 2023 di Puskesmas Tanjung Botung.
Fahri selaku Koordinator lapangan Dalam orasinya, menilai adanya indikasi penyalahgunaan Dana BOK 2023 yang diduga tidak tepat sasaran dan tidak sesuai petunjuk teknis (juknis), sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak berjalan maksimal.
“Kami menuntut Kejari Palas segera memeriksa Kepala Puskesmas Tanjung Botung serta pihak terkait lainnya. Dugaan penyimpangan Dana BOK 2023 ini harus diusut tuntas demi tegaknya supremasi hukum dan transparansi anggaran kesehatan,” tegas Fahri di tengah aksi.
LIMPA SUMUT sebelumnya juga telah resmi memasukkan laporan dugaan Tipikor Dana BOK 2023 ke Kejari Palas pada Jumat, 15 Agustus 2025 lalu, dengan Nomor Surat: 033/LP/LIMPASU/A/08/2025. “Laporan resmi sudah kami serahkan. Maka hari ini kami datang untuk mendesak agar Kejari segera menindaklanjutinya,” tambahnya.
Massa juga mendesak agar Kejari Palas memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Kesehatan Palas, yang mereka duga sebagai aktor intelektual dalam kasus dugaan Tipikor Dana BOK tersebut.




Ganda Nahot Manalu, selaku kasi Intel kejaksaan negeri Padang lawas saat menanggapi aspirasi mahasiswa menyampaikan bahwa “benar Laporan LIMPASU sudah kita terima dan sudah diserahkan ke pidsus saat ini sedang di proses, kemungkinan dalam waktu dekat ini akan segera kita beritahu perkembangannya,” ucap Ganda
Mendengar hal tersebut Hasrafi selaku Koordinator Aksi mengatakan bahwa “Kami ingin Kejari serius dan transparan dalam menindaklanjuti dugaan korupsi ini dan ini akan tetap kami kawal sampai tuntas,” tegas nya.
seusai di kejaksaan massa LIMPA SUMUT kemudian melanjutkan aksinya dengan bergerak menuju Kantor Bupati Kabupaten Padang Lawas.
Mahasiswa mendesak Bupati Padang Lawas agar mengevaluasi Kepala Puskesmas Tanjung Botung dan Kadis Kesehatan Palas, Alasannya Mereka menduga adalah aktor intelektual dibalik kasus tersebut.
Di depan kantor bupati massa di temui Kabag Administrasi Pemerintahan, Asrin Daulay, menyampaikan bahwa Bupati sedang tidak berada di kantor. “Bapak Bupati sedang tidak ada dikantor. Aspirasi adik-adik mahasiswa ini akan saya sampaikan langsung kepada beliau ,” ujar asrin di hadapan aksi massa.
Aksi berlangsung kondusif dengan pengawalan aparat kepolisian. Setelah menyampaikan aspirasinya, massa LIMPA SUMUT membubarkan diri dengan tertib, sambil menegaskan komitmennya untuk kembali dengan kekuatan yang lebih besar jika tuntutan mereka tidak diindahkan.
Reporter : Riaman
Editor : Her/red



More Stories
Sorotan Tajam di SMK Negeri 2 Sibolga: Harapan Renovasi Menguat, Sikap Arogan Oknum Sekolah Dipertanyakan
Bendara BOS Mengundurkan Diri, Kepala Sekolah Terancam Carut: “Apa yang Terjadi di SMA Negeri 1 Lumbang Julu..???
Potret Buram di Balik Dinding Sekolah: Sorotan Tajam Kondisi SMA Negeri 3 Sibolga