Kamis , 04-Juni-2026

Tiba di Kantor Redaksi, Awak Media Berantas Kriminal Provinsi Sumbar Meminta Arahan Guna Mengevaluasi Progam Kerja Kedepan

Medan – Media Berantas Kiriminal | Surat Kabar Nasional Media Berantas Kiriminal, sebagai Surat Kabar atau Media Cetak terbitan di Kota Medan, pada Kamis (05/01/2023) kantor Redaksi_ Media Berantas Kiriminal, tepatnya di Jalan Karya Ujung Gg Keluarga, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, di Kota Medan, kedatangan tamu dari Provinsi Sumatera Barat.

Perwakilan/Biro, Wartawan Media Berantas Kriminal yang bertugas di wilayah Provinsi Sumatera Barat berkunjung ke kantor Redaksi guna mengevaluasi atau meminta arahan kepada Heri Kurniawan selaku Pimpinan Redaksi Media Berantas Kiriminal, adapun kunjungan kali ini dalam agenda mengevaluasi progam kerja kedepan dalam menjalankan tugas sebagai sosial kontrol ditengah masyarakat di Wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Eri Fresman selaku wartawan Media Berantas Kriminal yang bertugas di wilayah Provinsi Sumbar (Sumatera Barat) yang didampingi Yannedi menjelaskan “Perlunya koordinasi yang baik antara Pimpinan dan Wartawan di setiap Daerah,” ucapnya.

“Sebab wartawan Media Berantas Kiriminal yang bertugas di daerah pastinya kerap menemui beberapa kendala, salah satunya dalam melakukan tugas peliputan sebagai awak media di wilayah Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu perlu adanya koordinasi yang lebih baik, guna mengembangkan Surat Kabar Nasional Media Berantas Kiriminal agar jumlah oplah koran yang dapat didistribusikan di pasaran, penjualannya mencapai target dan koran terjual dengan jumlah oplah yang memuaskan di wilayah Sumatera Barat,” ucap Yannedi.

Koran atau Surat Kabar Nasional Media Berantas Kriminal diupayakan bisa beredar dan terjual di tengah masyarakat, di pusat perkantoran pemerintahan setempat, dan tempat keramaian lainnya,” jelas Eri Fresman kepada kru awak media ini saat berbincang-bincang di kantor Redaksi Media Berantas Kiriminal di Kota Medan.

Heri Kurniawan, selaku Pimpinan Redaksi sangat mengapresiasikan bawahan nya ini, yang sangat antusias untuk berusaha agar Media Cetak tidak sampai gulung tikar alias tutup tidak terbit lagi,” ucapnya.

Tantangan Media Cetak dalam Era Jurnalistik Online. “Perkembangan media digital menjadi ancaman bagi surat kabar dan media cetak. Perkembangan internet yang pesat telah mendorong masyarakat untuk mengakses media digital dengan mudah melalui telepon genggam atau gadget. Media cetak terancam karena pembaca setianya cenderung beralih ke media digital,” ungkap Heri.

“Media cetak saat ini semakin kurang pembaca, tidak hanya di kancah lokal dan nasional, di kancah internasional pun mulai bergejolak. Dimana media cetak yang tidak melakukan konvergensi mulai ditinggalkan pemiliknya akibat perkembangan teknologi informasi. Pada realitanya media cetak memang mulai ditinggalkan pembaca, sebab kalangan anak muda lebih suka membuka media massa melalui ponsel, komputer atau perangkat lainnya yaitu media online dibanding dengan membawa surat kabar.

“Untuk dapat bertahan, media konvensional harus mampu menjaga kredibilitas dan kepercayaan terhadap informasi yang disajikan. Kredibilitas dan kepercayaan masyarakat ini hanya dapat dibangun oleh semangat profesionalisme jurnalis yang menjunjung tinggi etika jurnalistik, yaitu menyajikan informasi faktual yang diverifikasi dengan baik. Ini adalah tawaran kuat bagi media cetak untuk mampu bertahan di industri media, khususnya media cetak jika tidak ingin dipinggirkan.

Salah satu perubahan strategi yang harus dilakukan agar media cetak dapat bertahan adalah, harus dapat mendefinisikan dirinya dari media tersebut. Media cetak tidak bisa hanya dengan kertas. Kekuatan dan nilai tidak datang dari kontrol konten dan distribusi. Strategi lain yang dilakukan media cetak adalah dengan mengintegrasikan isi surat kabar menjadi tablet elektronik,” jelas Pimpinan Redaksi Media Berantas Kriminal mengakhiri.

Reporter : M Rais
Editor : Hengky

About Author