Senin , 20-April-2026

Usai Viral Buat Geger Insiden SMKN 3 Tanjab Timur, Polda Jambi: “Imbau Hentikan Kekerasan di Lingkungan Sekolah

Jambi, mediaberantaskriminal.com – Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan kembali menyita perhatian publik. Menyusul viralnya insiden di SMKN 3 Tanjab Timur, Polda Jambi angkat suara dan menegaskan sikap tegas: kekerasan di sekolah harus dihentikan.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan, bahwa sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik, bukan justru tempat munculnya rasa takut dan trauma.

“Lingkungan pendidikan harus bebas dari kekerasan dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun psikis, termasuk perundungan. Kekerasan tidak bisa ditoleransi karena dapat menghambat tumbuh kembang anak,” tegas Kombes Erlan.

Kapolres Tanjab Timur Gaungkan Kampanye Stop Kekerasan

Imbauan Polda Jambi tersebut sejalan dengan langkah yang diambil Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Chandra, yang menggencarkan “kampanye Stop Kekerasan di Lingkungan Pendidikan”.

Kampanye ini dikemas secara edukatif dan informatif, menyasar pelajar, guru, serta masyarakat luas, dengan tujuan membangun kesadaran bersama bahwa sekolah harus menjadi tempat yang ramah dan melindungi hak-hak peserta didik.

“Sekolah bukan tempat untuk menimbulkan rasa takut. Sekolah adalah ruang pembelajaran yang aman, nyaman, dan mendidik. Nilai hormat, patuh, dan santun harus ditanamkan melalui perkataan dan perbuatan,” ujar Erlan Munaji mengutip pesan kampanye tersebut.

Viral di Media Sosial Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan

Menurut Kabid Humas Polda Jambi, kampanye ini digencarkan sebagai respons atas maraknya kasus kekerasan di dunia pendidikan yang kembali mencuat ke permukaan, terutama setelah video bentrokan antara oknum guru dan sejumlah siswa di SMKN  3 Tanjab Timur viral di media sosial.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kekerasan di sekolah bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari kekerasan fisik, tekanan psikis, hingga perundungan verbal. Dampaknya pun tidak main-main, karena dapat memengaruhi kondisi mental, prestasi akademik, hingga masa depan siswa.

Polda Jambi mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, hingga masyarakat, untuk meningkatkan kepedulian dan memperkuat sinergi dalam mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan.

Selain penegakan aturan, edukasi nilai sopan santun, empati, dan saling menghormati dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim sekolah yang sehat dan ramah anak.

“Polri bersama pemerintah daerah akan terus berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan,” pungkas Erlan Munaji.

Reporter: Adi Sutrisno
Editor: Her/red

About Author