10 Kategori Alat Tangkap Ikan Berupa Cantrang Dikeluarkan KKP, Begini Ceritanya

Batu Bara | mediaberantaskriminal.com – Sesuai Peraturan Kementerian Kelautan dan Perikan (KKP) No.59/Permen-KP/2020 tentang jalur penangkapan ikan dan alat penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan republik indonesia dan laut lepas. Pasalnya Izin Penggunaan Pukat Cantrang sebagai alat Tangkap ikan
diperairan indonesia telah dikeluarkan, Sabtu (23/01/2021).

Dalam beleid itu dituliskan ada 10 kelompok alat tangkap ikan yang dapat izin penggunaan di tanah air yang terdiri dari jaring ikan, pukat tarik, pukat hela, penggaruk, jaring angkat, alat yang di jatuhkan atau ditebarkan, jaring insang seperti (pukat balak) perangkap, pancing, dan alat penangkapan ikan lainnya.

Cantrang sendiri masuk kategori alat penangkap ikan jenis pukat tarik. Pasal 7 ayat (2) menuliskan ada lima alat yang masuk kategori pukat tarik. Pukat tarik berkapal (boat seine) terdiri dari dogol (danish seine) pair seine, payang cantrang, dan lempara dasar.

Sementara kategori alat penangkap ikan jaring lingkar terdiri dari yang bertali kerut dan tanpa tali kerut. Pukat hela ada ada yang berpalang berpapan, dua kapal, pertengahan berpapan, pertengahan dua kapal, dasar berpapan dan pertengahan berpapan. Alat penangkap ikan kategori penggaruk terdiri dari yang berkata dan tanpa kapal. Jaring angkat terdiri dari anco, jaring angkat berperahu dan bagan tancap.

Alat tangkap ikan yang dijatuhkan misalnya jala jatuh berkapal dan jala tebar. Untuk jaring insang ada yang tetap, hanyut, berpancang, sehingga berlapis. Pernagkap berupa stationry uncovered pound net, vubu-bubu bersayap, stow net barrier, fence, weir dan perangkap ikan peloncat.

Pancing terdiri dari handline and hand operated pale and line, mechanized line abd pole and line, rawat dasar, rawat hanyut, tonda, dan pancing layang-layang.

Alat penangkap ikan lainnya berupa tombak, ladung, panah, pukat dorong, muro ami, dan seser. Inovasi alat penangkapan ikan baru yang lebih produktif, swlwktif, dan ramah lingkungan melalui kajian dan penerapan teknologi dapat dioperasikan di WPPNRI setelah mendapat rekomendasi dari lembaga riset dan balai besar penangkapan ikan. Ungkap pasal 17 ayat (1).

Menyikapi Peraturan Menteri keluatan dan perikanan yang tertuang di No 59 permen KP/2020 tentang jalur penangkapan ikan dan alat penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan republik indonesia dan laut lepas.

Ketua Ranting HNSI Tanjung Tiram, Hasanuddin AM bersama ketua DPC HNSI kab batu bara, H. Safri Habni, ” wacanakan mengadakan pertemuan dan/atau bersosialisasi kepada para nelayan di tanjung tiram stempat.

Menurut hasanuddin AM yang disapa Simin TPI, sosialisasi ini perlu dilaksanakan, agar nanti para nelayan di batu bara dapat memahami Permen KP No 59 tersebut.

Tambahnya, laut tanjung tiram ini masih laut selat malaka, artinya bukan lautan lepas,” tuturnya.

Reporter: Staf07
Editor: Hermanto

 

38 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *