Sabtu , 18-April-2026

Sejak Hadirnya CitraLand Helvetia yang Terdahulu Gudang Tembakau Kebun Helvetia Sekarang Kawasan Ini Berubah Lebih Modern dan Penuh Harapan

Deli Serdang, mediaberantaskriminal.com – Eks gudang tembakau PTPN II di Simpang Zipur Helvetia Pasar IV, Jalan Kapt Sumarsono, Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang. Kini telah berubah wajah. Kawasan yang sebelumnya berupa area pergudangan itu bertransformasi menjadi kawasan bisnis dan perumahan.

Di wilayah tersebut, tumbuh bangunan-bangunan usaha dengan konsep kekinian. Mulai dari minimarket Indomaret, restoran makanan Jepang, hingga kedai kopi modern. Alhasil, kawasan ini hidup dan menjadi tempat “nongkrong” baru bagi warga sekitar. Kawasan itu dikenal dengan nama CiputraLand Helvetia.

Aris, warga sekitar Helvetia, bercerita bahwa sejak hadirnya CitraLand Helvetia, kawasan ini berubah menjadi lebih modern dan penuh harapan. Menurutnya, sebelumnya kawasan ini memiliki catatan kriminal yang cukup meresahkan. Kini suasananya terasa lebih aman dan hidup. Bahkan, ia kini sering bertemu mitra kerja di kawasan tersebut. la juga merasakan adanya perubahan suasana yang lebih menjanjikan dibandingkan sebelumnya.

“Saya sering ke tempat ini, selain dekat dari rumah, beberapa mitra kerja juga sering bertemu di CiputraLand, di sini lumayan lengkap, ada kopi, dan jajanan makanan, serta swalayan, Indomaret,” ujarnya.

Aris menambahkan, kawasan CiputraLand juga menjadi tempat berkumpul yang nyaman. Ada area ber-AC di dalam kafe, tetapi tersedia pula tempat duduk di bawah tenda dengan hembusan angin alami.

“Jadi teman-teman saya juga sering ke sini, kalau saya sore lebih nyaman lagi, semilir anginnya juga segar, meski dipinggir jalan,” kata pria yang sudah tinggal di kawasan Helvetia sejak 20 tahun silam.

Selain Aris, ada juga Anissa (18), warga Tanjung Mulia, Medan Deli. Anissa bercerita bahwa sepulang sekolah, ia kerap duduk bersama teman-temannya di depan Indomaret. Selain bisa jajan, ia juga bisa menikmati Kopi Kenangan yang sering memberikan diskon. “Di sini dekat rumah, dan estetik untuk foto-foto sama kawan,” katanya.

Dari pengamatan di CiputraLand, tampak deretan rumah toko (ruko) yang telah terisi sejumlah tenant. Di antaranya restoran makanan Jepang, kafe, minimarket Indomaret, Kopi Kenangan, Fore Coffee, serta toko sepeda listrik merek Pacific dan U-Winfly. Ada pula restoran ayam khas Arab, Juragan Seblak, serta gerai Eraphone yang ramai dikunjungi warga pinggiran Kota Medan.

Kehadiran berbagai usaha tersebut turut membuka banyak lapangan kerja. Jika sebelumnya kawasan ini hanya berupa pergudangan yang tidak terpakai, kini ratusan peluang kerja tercipta. Mulai dari karyawan minimarket, barista, pelayan kafe, koki, hingga petugas keamanan dan kebersihan.

Pengamat Ekonomi Pembangunan Sumatera Utara, DR Pangeran SE MSP menyampaikan pandangannya mengenai perubahan kawasan tersebut. “Setiap tahunnya terjadi pertambahan penduduk, sedangkan tanah tidak akan bertambah, maka hukumnya adalah kawasan tanah kosong akan dibangun menjadi kawasan bisnis serta perumahan, saat terlaksananya pembangunan, seharusnya multiplayer efeknya adalah tumbuh nilai perdagangannya sebagai entitas bisnis, dan terbukanya lapangan kerja,” katanya.

la menilai, dari sudut pandang pertumbuhan ekonomi, kawasan Helvetia menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Selain lokasinya strategis dekat dengan Kota Medan, akses persimpangannya juga menghubungkan Medan Marelan dan Medan Helvetia. Hal ini menandakan wilayah tersebut layak menjadi penunjang pertumbuhan ekonomi di perbatasan Medan dan Deli Serdang. “Saya yakini juga terjadi pertembahan pendapatan pemerintah dari pajak yang diperoleh dari setiap perdagangan di pusat bisnis CiputraLand Helvetia,” tambahnya.

Pangeran juga menekankan bahwa dampak utama dari pusat bisnis ini adalah terbukanya lapangan kerja. Menurutnya, jika sudah berdiri belasan pertokoan dan setiap toko mempekerjakan sekitar 10 orang, maka secara otomatis ratusan pekerjaan tercipta. “Inilah yang dinamakan ekonomi pertumbuhan, dari setiap pembangunan memiliki dampak luas,” tuturnya.

Reporter: Maryono
Editor: Her/red

About Author