Limapuluh Kota, Sumatera Barat – mediaberantaskriminal.com | Tembakau hitam yang terkenal di luar negeri adalah tembakau “Black Cavendish”, khususnya yang diproduksi oleh merek seperti Blibli dan Explore Parts Unknown. Tembakau ini memiliki rasa yang khas dan sering digunakan dalam pembuatan rokok dan cerutu.
Tembakau hitam merupakan komoditi penting yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Bahkan, di Kabupaten Limapuluh Kota merupakan salah satu dari empat Kabupaten/Kota penghasil tembakau terbesar di Sumatera Barat yang mendapatkan Dana Bagi Hasil CHT terbesar.
Tepatnya di Nagari Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat, Seorang pakar petani tembakau bernama Algatri mengatakan tembakau hitam dulunya sempat mendunia, terkenal sampai luar negeri.
Namun kendala beberapa tahun ini, petani tembakau di Indonesia memang menghadapi kesulitan dalam menjual dan memasarkan hasil panen mereka, baik ke dalam negeri maupun ke luar negeri.
“Salah satu masalah utama yang mereka hadapi adalah harga tembakau yang tidak stabil dan cenderung rendah. Faktor lain yang memengaruhi kesulitan pemasaran adalah kualitas tembakau yang menurun, serta adanya monopoli perdagangan oleh pihak tertentu,” ucap seorang pakar petani tembakau bernama Algatri.
Ini yang menyebabkan rasa kurang bersemangat para petani di Nagari Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat.
Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan petani melalui perluasan akses pasar hasil pertanian. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mendatangkan langsung investor asing untuk melihat potensi nyata di lapangan.
Bupati Limapuluh Kota, H. Safni Sikumbang, didampingi jajaran dinas teknis, Rabu (28/05/2025) turun langsung ke sentra pertanian di Nagari Baruah Gunuang Kecamatan Lareh Sago Halaban untuk menunjukkan kepada investor Malaysia potensi unggulan daerah berupa komoditas tembakau dan nira aren.
Kunjungan ini dihadiri oleh para investor dari negeri jiran, antara lain Dato’ Tahir Jalaluddin bin Hussain selaku Direktur Pensonic Holding Berhad, Tuan Shamsuddin bin Sultan Mohd dan Tuan Mohd Akram Poshni dari Key Traders Sdn. Bhd., serta Mr. Lim Kean Luen. Selain itu turut mendampingi Direktur Politeknik Ganesa Medan, Didimg Kusnasi.
“Kita tunjukkan bahwa Limapuluh Kota punya produk pertanian berkualitas. Bukan sekadar hasil panen, tapi juga tradisi pengolahan yang bisa dikembangkan untuk pasar global. Kami berharap mereka tak hanya mencarikan pasar, tetapi juga berinvestasi langsung di sini demi kesejahteraan petani,” ujar Bupati.
Di lokasi, para investor menyaksikan langsung proses pengolahan tembakau dan produksi gula aren dari pohon nira yang tumbuh subur di daerah perbukitan Limapuluh Kota. Bupati bahkan ikut mempraktikkan langsung pengolahan bahan baku bersama petani, sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah mendukung ekonomi berbasis kerakyatan. Langkah Bupati tersebut juga menjawab harapan warga Nagari Baruah Gunuang Kecamatan Lareh Sago Halaban yang sebelumnya telah didatangi dalam kunjungan lapangan beberapa waktu lalu.
Kala itu, Bupati sempat berjanji akan mencarikan pasar untuk hasil tembakau dan mengembangkan pertanian aren dari nagari mereka. Kini, janji tersebut mulai direalisasikan. “Tujuan kita bukan hanya menjual hasil, tapi membangun kemitraan. Kita ingin investor ini benar-benar melihat potensi yang kita punya, dan bersama petani kita, menumbuhkan ekonomi kerakyatan,” tutupnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota, Witra Porsepwandi, mengungkapkan bahwa langkah Bupati membuka ruang dialog langsung dengan mitra internasional adalah upaya membuka jalur hilirisasi hasil pertanian. “Kita belum bicara soal investasi besar. Tapi ini langkah awal yang menjanjikan. Jika berlanjut, bisa hadir pabrik atau unit pengolahan yang menambah nilai ekonomi petani,” ujarnya.
Dikatakannya, sektor pertanian Limapuluh Kota, khususnya tembakau, memang masih menyimpan potensi besar. Ia berharap akan ada kerjasama berkelanjutan, baik dalam bentuk offtaker maupun pengolahan produk turunan di daerah. “Selain tembakau dan nira, masih banyak potensi pertanian lain yang dapat digarap bersama investor luar negeri, seperti kopi, jeruk, dan hasil hortikultura lainnya,” katanya.
Beberapa daerah di Sumatera Barat dikenal sebagai penghasil tembakau, termasuk Limapuluh Kota, yang menjadi sentra produksi.
Kabupaten Limapuluh Kota, saat ini merupakan daerah penghasil tembakau terbanyak di Sumatera Barat, yang tersebar pada beberapa nagari dan sejumlah kecamatan. Diantaranya, produksi tembakau yang terkenal adalah tembakau Guntung dan Baruah Gunung, Kecamatan Bukik Barisan, tembakau di Kecamatan Harau, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Tembakau hitam ini merupakan komoditi penting yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Bahkan, Limapuluh Kota merupakan salah satu dari empat Kabupaten/Kota penghasil tembakau terbesar di Sumatera Barat yang mendapatkan Dana Bagi Hasil CHT terbesar.
Reporter : Yannedi
Editor : Her/red



More Stories
Kebakaran Hebat di Kampung Jawa Lhokseumawe, 77 Rumah Warga Hangus Terbakar
Pesona Gerbang Bahari: Ulee Lheue dan Sabang Kian Menawan di Mata Dunia
Warga Keluhkan Proyek Trotoar Jalan Nasional di Bireuen: Abaikan Standar Keselamatan