LHOKSEUMAWE (mediaberantaskriminal.com) – Musibah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, tepat di area belakang Makodim 0103/Aceh Utara pada Selasa, 05 Mei 2026.
Api yang berkobar sejak siang hari tersebut menghanguskan sedikitnya 77 unit rumah warga. Api semakin membesar serta material bangunan yang mayoritas terbuat dari kayu membuat api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, asap tebal mulai terlihat membumbung tinggi sekitar pukul 14.30 WIB. Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api yang besar sulit dikendalikan.
Sejumlah armada pemadam kebakaran dari Pemerintah Kota Lhokseumawe, dibantu oleh unit pemadam dari PT Perta Arun Gas (PAG) dan personel TNI/Polri, dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah.

Dampak Kerusakan
Berdasarkan data sementara dari pihak desa setempat:
Rumah Hangus: 77 unit rumah rusak berat/rata dengan tanah.
Korban Jiwa: Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa, namun ratusan jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal.
Lokasi Pengungsian: Sejumlah warga kini mulai dievakuasi ke tenda darurat dan posko bantuan yang didirikan di sekitar area Makodim dan lapangan terbuka terdekat.
Penyebab Kebakaran
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti munculnya api. Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah mengingat padatnya kawasan tersebut.
Pemerintah Kota Lhokseumawe bersama instansi terkait tengah berupaya menyalurkan bantuan masa panik berupa bahan makanan, pakaian, dan obat-obatan bagi para korban terdampak.
Reporter: Yuswar/MS
Editor: HER/red

More Stories
Bupati Dairi Vickner Sinaga Dorong Penguatan SDM dan Layanan Kesehatan, Cakupan BPJS Kesehatan Dairi Capai 97,86 Persen
Bupati Dairi Lantik Marudut Silalahi Menjadi Kepala Desa PAW Desa Tanjung Saluksuk Masa Jabatan Periode 2021-2029
Miris..!!! Kepala SMAN 1 Siempat Nempu Hilir Disorot, Uang Komite Rp.70 – 80 Ribu Dipertanyakan