Minggu , 05-April-2026

Bak Pahlawan Super Wade, “Jadi Narasumber Beritakan UD. Hutapea Jaya “Jual Pupuk Subsidi diatas Harga (HET)” di Nagori Pematang Kerasaan

Simalungun – Media Berantas Kriminal | Pahlawan Super Wade, Tokoh utamanya, Wade Wilson (Ryan Reynolds), memakai kostum yang mirip tiruan kostum Spider-Man, tapi Anda bisa lihat pakaiannya itu rada kotor, dan kelakuannya lebih buruk lagi.

Jangan Jadi Pahlawan Kesiangan.

Salah seorang warga atau petani yang disinyalir pernah mencalonkan diri sebagai Pengulu Pematang Kerasaan, berinisial MN sangat ambisius, bersemangat yang bergejolak sangat luar biasa, berstetmen dan berkomentar ke sana-sini, bahkan berkomentar di dalam liris berita, terkait Kios pupuk UD. Hutapea Jaya diduga menjual pupuk subsidi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah terbit atau diberitakan di beberapa media online.

Kios pupuk UD. Hutapea menjual pupuk urea Rp.150 ribu / zak dan phonska Rp.160 ribu / zak kepada petani yang sudah memiliki Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) menjadi syarat dan sarana bagi petani dalam memperoleh pupuk bersubsidi, menurut oknum MN harga pupuk subsidi itu dijual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Usai viralnya, dan diberitahkan yang diekspos dibeberapa media online, Berjudul : UD. Hutapea Jaya Nagori Pematang Kerasaan, Jual Pupuk Subsidi Diatas HET.

Suyanti. P selaku Pj Pangulu Pematang Kerasaan, pada Hari Rabu (03/05/2023) mengundang para pengurus kelompok tani, kios pupuk, PPL Pematang Kerasaan, ketua Maujana Nagori, ketua LPMN, guna menggelar Rapat koordinasi antara kelompok tani dan kios pengecer yang ada di Nagori Pematang Kerasaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun digelar pada Hari Rabu (03/05/2023) di kantor Pangulu Pematang Kerasaan.

Rapat kordinasi sudah selesai digelar di kantor Nagori Pematang Kerasaan antara kelompok tani dan kios pengecer pupuk subsidi yang ada di Nagori Pematang Kerasaan.

“Hasil rapat koordinasi, petani dan para pedagang kios pupuk subsidi di Nagori Pematang Kerasaan “Siap bersepakat dengan harga jual pupuk, Kios pupuk UD. Hutapea dan kios lainnya menjual pupuk urea Rp.150 ribu / zak dan phonska Rp.160 ribu / zak kepada petani.

“Jangan Jadi Pahlawan Kesiangan.

Namun ada yang terkesan aneh, salah seorang warga petani, inisial MN sangat ambisius, semangat yang bergejolak luar biasa berstetmen dan berkomentar ke sana-sini.

“Dalam komentarnya, yang dikutip dari informasi di beberapa liris berita, oknum inisial MN ini bertujuan meviralkannya di beberapa media online, oknum MN mengatakan “Tujuan saya melaporkan para kios ini, yang telah menjual pupuk subsidi diatas harga HET adalah agar para petani terbantu dan bisa terjangkau jika membeli pupuk subsidi,” ucapnya diliris berita.

Ditempat terpisah, disinyalir, menurut informasi dari salah seorang warga, oknum inisial MN ini “sebelumnya pernah mencalon diri untuk bisa menjadi Pangulu Pematang Kerasaan, “Namun gagal..!!! alias tidak terpilih jadi Penghulu.

Informasi yang layak dipercaya, saat MN mencalonkan diri ingin menjadi Pangulu Pematang Kerasaan.

“Disinyalir MN mencoba meminta-minta kepada beberapa para pedagang kios pupuk subsidi di Nagori Pematang Kerasaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun.

“Kios pedagang pupuk subsidi UD. Hutapea Jaya dimintanya memberikan sampai 10 Zak pupuk yang bertujuan pupuk subsidi itu akan dibagi-bagikannya kepada para petani dalam rangka sosialisasinya maju mencalonkan diri sebagai Pengulu.

Sembari berharap warga saat itu dapat pemilihannya sebagai Pengulu, agar mengambil simpati warga dan para petani agar memilih MN menjadi Pengulu.

“Namun, menurut informasi yang ada permintahan pupuk subsidi yang diminta oknum MN ke kios pedagang pupuk subsidi, tidak dikabulkan oleh pedagang pupuk alias tidak diberikan kepada MN.

Permintahan yang tidak dikabulkan ini lah pemicuh oknum MN menjadi sakit hati alias kecewa kepada pedagang pupuk.

“Tidak dapat direalisasikan oleh para pedagang kios pupuk subsidi, diduga oknum MN ini selalu mengganggu, meresahkan para pedagang kios pupuk subsidi, dan disinyalir sering juga meminta-minta jatah pupuk dari pedagang kios pupuk subsidi,” ucap pemilik kios pedagang pupuk subsidi yang geram, “Kelakuan MN lebih buruk lagi.

Reporter : Poltak Simanjuntak
Editor : Her/Red

 

About Author