SIMALUNGUN (mediaberantaskriminal.com) – Langkah progresif Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag) Bandar Tinggi Jaya, Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, patut diapresiasi. Meski baru berdiri dan menerima penyertaan modal desa dalam hitungan bulan, BUMNag tersebut mampu menunjukkan hasil nyata melalui keberhasilan budidaya pembesaran ikan nila yang kini mulai memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
Keberhasilan itu dinilai menjadi bukti bahwa pengelolaan usaha desa yang dilakukan secara serius, terukur, dan berbasis pemberdayaan masyarakat dapat berkembang pesat meski dalam usia yang masih sangat muda. Sejak mulai berjalan pada November 2025, BUMNag Bandar Tinggi Jaya telah berhasil melakukan panen bertahap dengan total produksi mencapai 1,5 ton ikan nila.
Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Nagori Bandar Tinggi. Di tengah tantangan pengembangan usaha desa yang tidak mudah, BUMNag Bandar Tinggi Jaya justru mampu tampil sebagai contoh pengelolaan ekonomi kerakyatan yang produktif dan berorientasi pada ketahanan pangan.
Ketua BUMNag Bandar Tinggi Jaya, Edi, menjelaskan bahwa keberhasilan budidaya ikan nila itu tidak terlepas dari penerapan sistem budidaya modern yang dilakukan secara disiplin dan terukur.


“Di sini kami menerapkan pola pakan teratur dengan program CN Rasio serta sistem Bioflok agar pertumbuhan ikan lebih seimbang. Dengan pola itu, kami dapat mengetahui siklus pertumbuhan dan waktu panen secara tepat,” ujar Edi kepada awak media, Kamis (14/05/2026).
Dalam pengembangan usahanya, BUMNag Bandar Tinggi Jaya juga menjalin kerja sama dengan PT Aquapuntur untuk pengadaan bibit ikan nila berkualitas. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas budidaya serta meningkatkan produktivitas hasil panen.
Saat ini, BUMNag Bandar Tinggi Jaya memiliki total 24 kolam budidaya dengan ukuran yang bervariasi. Delapan kolam berukuran 2×2 meter, dua belas kolam berukuran 2×3 meter, serta beberapa kolam berdiameter lebih besar, yakni 4 hingga 5 meter. Seluruh fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk menunjang proses pembesaran ikan nila secara bertahap dan berkelanjutan.
Sementara itu, Pangulu Nagori Bandar Tinggi, Samsiadi Purba, menegaskan dukungan penuh pemerintah nagori terhadap pengembangan BUMNag sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat desa.

“Dengan adanya BUMNag ini, tentunya ekonomi kerakyatan dapat tumbuh sejalan dengan program ketahanan pangan pemerintah. Kami ingin Nagori Bandar Tinggi menjadi lebih baik ke depannya, dan BUMNag dapat benar-benar berfungsi dalam memberdayakan masyarakat,” ungkap Samsiadi Purba.
Ia juga berharap BUMNag Bandar Tinggi Jaya terus berkembang dan mampu menjadi salah satu BUMNag unggulan di Kabupaten Simalungun.
“Harapan kami, BUMNag Bandar Tinggi Jaya ada baik, harus lebih baik lagi.bisa menjadi yang terdepan,” tambahnya.
Keberhasilan BUMNag Bandar Tinggi Jaya menjadi gambaran bahwa pengelolaan potensi desa secara profesional dan inovatif mampu menghadirkan harapan baru bagi masyarakat. Tidak hanya menciptakan peluang ekonomi, namun juga memperkuat ketahanan pangan serta membuka ruang pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Reporter: Poltak Simanjuntak
Editor: Her/red



More Stories
Hadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Padang Lawas 2027, Plt Camat Sosa Timur Eko Purwanto, S.Pd Berharap Diperhatikan Pembangunan Jalan di Sosa Timur
Dana BOS Mengalir, Kondisi SMP Negeri 1 Ujung Padang Memprihatinkan: Publik Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Anggaran
Bupati dan Wakil Bupati Dairi Hadir dalam Penutupan MTQ ke-51 Tingkat Kabupaten