Sabtu , 18-April-2026

Diduga Dikerjakan Asal Jadi, Warga Kecewa dengan Pengaspalan Jalan Lae Mbulan Panji Dabutar yang Sudah Berlubang dan Bergelombang

Dairi, Media Berantas Kriminal – Proyek  pembangunan jalan Perumahan Lae Mbulan Kelurahan Panji Dabutar, Kecamatan Sitinjo dinilai dikerjakan asal jadi. Indikatornya, aspal jalan tersebut sudah terkelupas dan berlubang, padahal baru selesai dikerjakan.

Kondisi Jalan masuk perumahan Lae Mbulan sudah mulai  rusak dan berlubang-lubang. Padahal, pemeliharaan jalan jurusan Lae Mbulan-Lae Gorat Link.105 Kecamatan Sitinjo yang bersumber dana P.APBD Kabupaten Dairi Tahun 2025, dengan pagu anggaran Rp.179.460.00 baru tiga hari selesai dilaksanakan.

Pantauan di lokasi, Sabtu (20/12/2025) menunjukkan, sejumlah jalan yang baru di Aspal sudah berlubang menjadi genangan air di beberapa titik jalan itu hingga aspal terkelupas.

Ironisnya, meskipun pengaspalan baru selesai sekitar tiga hari, kondisi jalan sudah mengalami kerusakan.Aspal tampak hancur, bergelombang, dan tidak rata, sehingga menimbulkan dugaan kuat bahwa pengerjaan dilakukan tanpa memperhatikan mutu dan kualitas pekerjaan.

Juniker Berutu warga perumahan Lae Mbulan kepada kepada Media ini, Sabtu (20/12/2025) mengatakan, pihaknya menduga proyek jalan bernilai Rp.179.460.00 tersebut dikerjakan asal-asalan.

Selanjutnya, Juniker menjelaskan kepada awak media “Hanya dalam hitungan hari, jalan tersebut sudah rusak dengan kondisi aspal terkelupas dan berlubang di sana-sini.Kita duga pekerjaan Aspal ini dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis,”sebut Juniker.

Buruknya kualitas pelaksanaan proyek jalan  tersebut,tuding Juniker,tak lepas dari lemahnya pengawasan pihak pemeritah kabupaten Dairi melalui Dinas pekerjaan umum dan tata ruang,baik dari konsultan pengawas proyek.Menurut dia,warga setempat sangat kecewa dengan kualitas proyek tersebut.

“Bahkan salah seorang warga setempat, Pak Bintang Sirait mengaku sangat kecewa dengan hasil pemeliharaan periodik perbaikan jalan tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi fisik jalan tersebut saat ini sangat memprihatinkan.Ia khawatir dalam waktu tidak lama jalan tersebut akan kembali rusak parah,karena ketebalan aspalnya diduga sangat tipis dan kekuatan rekatan aspalnya juga diragukan.

Sirait juga meragukan bahwa pengaspalan dilakukan di musim hujan,dikarenakan faktor cuaca di Dairi megalami kondisi curah hujan tinggi.

Konstruksi aspal terlihat lembek dan mudah bergelombang,hal ini membahayakan para pengendara yang melintas di jalan tersebut,” ungkapnya.

Namun demikian, lanjutnya, ia berharap pihak pelaksana CV.HELN agar memperbaiki kembali jalan tersebut, karena proyek tersebut masih dalam tahap pemeliharaan masa pelaksanaan November sampai dengan Desember sesuai dengan papan informasi proyek.

Reporter: Martalena
Editor: Her/red

About Author