Dinas PP & PA Sosialisasi Kegiatan Advokasi Kebijakan dan Pendampingan untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak

Padangsidimpuan | MEDIABERANTASKRIMINAL.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Padangsidimpuan (PP & PA) melaksanakan kegiatan Advokasi kebijakan dan pendampingan untuk mewujudkan kesetaraan gender dan perlindungan anak, di Aula MAN 2 Padangsidimpuan, Rabu (31/03/2021).

Acara yang dilaksanakan selama 2 hari tersebut diikuti oleh peserta yang berusia muda dari 6 Kecamatan se Kota Padangsidimpuan.

Kepala Dinas PP dan PA Padangsidimpuan Rosliana Hasibuan pada acara pembukaan menyampaikan harapannya agar seluruh peserta nantinya bisa menjadi penyambung informasi di wilayah masing- masing.

“Kiranya, kegiatan ini dapat kita ikuti dengan seksama, sehingga materi yang disampaikan nantinya dapat dikuasai dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Sebagai pemateri, Hammi Falihah Lubis dari Kemenag Kota Padangsidimpuan menyampaikan materi seputar Calon Pengantin (Catin) yang menurutnya banyak hal yang harus dipahami dalam menjadi pengantin salah satunya yaitu usia.

Batas usia dimaksud dinilai telah matang jiwa raganya untuk dapat melangsungkan perkawinan agar dapat mewujudkan tujuan perkawinan secara baik tanpa berakhir pada perceraian dan mendapat keturunan yang sehat dan berkualitas.

“Batas minimal usia pernikahan Sembilan Belas Tahun sesuai dengan Undang- undang nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang- undang nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,” jelasnya.

Nara sumber selanjutnya, Herlina Safitri menyampaikan tentang Kesetaraan gender, “Maksudnya, kondisi dimana perempuan dan laki-laki menikmati status yang setara dan tidak diskriminasi berdasarkan identitas gender mereka yang bersifat kodrat,” ucapnya.

Lanjut Herlina, tujuan mencapai kesetaraan gender yaitu mengakhiri segala bentuk diskriminasi, Menghapus segala bentuk kekerasan, memastikan bahwa semua perempuan dapat berpartisipasi dalam kehidupan berpolitik, sosial dan ekonomi serta menghapus perdagangan orang.

Herlina mencontohkan kesetaraan dimaksud misalnya, mendapatkan pendidikan yang sama, tidak ada perlakuan berbeda dalam pekerjaan, dan memiliki hak yang sama.

Reporter: Parlaungan Hasibuan
Editor: Hermanto

 

36 views


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *