Medan – Media Berantas Kriminal | Kepala Lapas Kelas IA Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyatno,Bc.lP.SH.MH. mengatakan kepada awak media sebenarnya orang napi selalu membuat eksis dimana aja, pihak petugas lapas telah memeriksa sepuluh orang terkait video viral penganiayaan napi di lapas tersebut.
Kesepuluh orang tersebut terdiri dari dua petugas lapas dan delapan napi. “cuma satu napi ini selalu tidak mau di periksa, Kami bersama Tim Kemenkumham sampai hari ini sudah memintai keterangan 10 orang,” kata Erwedi Supriyatno di Kantor lapas Tanjung gusta kepada awak media, Senin (04/09/2021).

Ia membenarkan bahwa video viral tersebut direkam di dalam Lapas Tanjung Gusta. Namun, dia menampik tudingan mengenai pemerasan terhadap warga binaan.
“Kami lakukan pendalaman, mengamati, memeriksa, dan sampai sejauh ini kami nyatakan video itu benar dibuat di Lapas Kelas I Medan,” ujarnya.
Ia mengaku belum bisa memastikan pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap seorang warga binaan tersebut. Namun, katanya, apabila tindakan kekerasan tersebut tidak benar dilakukan oknum petugas lapas maupun sesama warga binaan, maka pihaknya akan memberikan tindakan tegas.
“Akan kami berikan tindakan yang tegas sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video yang menunjukkan seorang warga binaan diduga mengalami penganiayaan, “tidak benar dan pemerasan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IA Tanjung Gusta Medan viral di media sosial (medsos).
Ternyata Ddalam video itu menunjukkan seorang narapidana menyebut rekannya dipukuli karena tidak mau di periksa seorang petugas lapas Tanjung gusta.
Napi ini sudah berulang kali pindah di mana aja selalu membuat keributan di lapas kepada petugas.
Reporter : Edison.H
Editor : Hengky

More Stories
SOROTAN TAJAM: Anggaran Perawatan Kantor Camat Dolok Pardamean Dipertanyakan, Lingkungan Kumuh, Program Ketahanan Pangan Disebut Gagal
Kantor Nagori Tertutup, Proyek Jalan Usaha Tani Rp103,4 Juta Kembali Disorot, DPMN Simalungun: Peralihan Anggaran Diperbolehkan Jika Melalui Musyawarah Desa
Orang Tua dan Komite Sekolah UPTD SD Negeri 2 Pardomuan Hutagaol Peatalun Berhasil Galang Dana untuk Pembelian Drumband, Sebesar Rp 21 Juta